Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana pengalaman subjek yang melakukan kontemplasi (latihan rohani) Katolik. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami dunia pengalaman partisipan dalam proses melakukan kontemplasi. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut berfokus pada pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian berjumlah tiga orang laki-laki (imam Katolik) yang bertempat tinggal di sebuah rumah retret Giri Sonta, Ungaran. Berdasarkan hasil riset, peneliti menemukan bahwa pengalaman yang dirasakan subjek untuk melakukan kontemplasi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu (1) hubungan dengan Tuhan; (2) perenungan; (3) pola hidup berkontemplasi. Manfaat dalam melakukan kontemplasi ini merupakan cara untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Dengan demikian, hubungan dengan Tuhan bermula dari proses komunikasi dengan Tuhan yang kemudian berpuncak pada pola hidup berkontemplasi. Selanjutnya, kajian mengenai tema ini tentu akan memberi sumbangan bagi kekayaan psikologi transpersonal.