Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penelusuran dan pengkajian sastra daerah untuk terus terpelihara keberadaannya. Hal tersebut mengingat sastra daerah khususnya cerita rakyat banyak mengandung nilai-nilai budaya dan sudah mulai terlupakan oleh masyarakat pendukungnya. Sastra dan tata nilai kehidupan merupakan fenomena yang saling melengkapi sebagai sesuatu yang berharga. Kehadiran nilai bersumber dari kehidupan yang juga memberikan sumbangan bagi sastra. Sementara itu, cerita rakyat banyak mengandung nilai-nilai budaya dan di dalamnya mengandung unsur-unsur didaktis. Ketiga cerita rakyat Tolaki di dalam penelitian ini memiliki nilai-nilai budaya yang sesuai dengan gambaran nilai kehidupan masyarakat Tolaki. Ketiga cerita rakyat tersebut adalah cerita Randa Wulaa, cerita Haluoleo, dan cerita To Tambarano Wuta. Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah nilai-nilai budaya dalam tiga cerita rakyat Tolaki?â€. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terdapat dalam tiga cerita rakyat Tolaki kajian sosiologi sastra. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode dekriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga cerita rakyat yang dimuat dalam buku Prosa dalam Sastra Tolaki yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta 1993. Berdasarkan hasil penelitian, dari empat nilai yang diuraikan aspek nilai budaya yang terdapat dalam tiga cerita rakyat Tolaki adalah nilai-nilai budaya yang ada dalam kehidupan orang Tolaki dan bermanfaat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai budaya yang terdapat pada tiga cerita rakyat tersebut yaitu, nilai kepercayaan, nilai filosofis, nilai kesabaran, nilai kebersamaan (solidaritas), nilai kemapanan, nilai kerukunan, nilai keberanian, nilai etika dan moral, nilai keteguhan, nilai keselarasan, nilai rendah hati, nilai kesopanan, nilai kasih sayang, dan nilai keindahan. Kata kunci: Nilai Budaya, Cerita Rakyat, Suku Tolaki, dan Sosiologi Sastra