Ida Mariana
akademi keperawatan kesdam I/BB Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEROBOSAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI VIDEO PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DIMASA PANDEMI COVID-19 DIPUSKESMAS PADANG SELATAN Ida Mariana; Shanti Dafris; Mona Ariestia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1307

Abstract

Pandemi yang terjadi pada akhir tahun 2019 disebut Corona virus Disease 2019 (Covid-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Situasi ini berdampak pada masyarakat luas, khususnya ibu hamil sebagai kelompok rentan. Anemia pada ibu hamil menempati urutan ketiga tertinggi di dunia dengan prevalensi 74% dan penyebab kematian ibu nomor 1 di Indonesia. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan pemeriksaan selama kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu, populasi yaitu ibu hamil dengan anemia diwilayah Puskesmas Padang Selatan. Sampel adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi seperti ibu yang minum tablet Fe, usia kehamilan 12-24 minggu, kadar HB < 11,0 g/l. sebelum melakukan intervensi terlebih dahulu melakukan pre-test dan tes Hb. Hasil penelitian yaitu variabel usia >20 tahun 73,7%, variabel pekerjaan 57,9% ibu bekerja. Variabel HB pada pengukuran pertama adalah 9,8 dengan standar deviasi 1,1. Kadar HB terendah 6,7 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran kedua adalah 9,9 dengan standar deviasi 0,9. Kadar HB terendah 8,0 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran ketiga adalah 10,9 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran ketiga adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata kadar HB pada pengukuran keempat adalah 11,0 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran keempat adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan adalah 6,3, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 9,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 2,9. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan intervensi adalah 5,7, sedangkan yang diberikan setelah intervensi adalah 8,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor sikap sebesar 2,89. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor kepatuhan sebelum diberikan intervensi adalah 4,6, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 5,9. Terjadi peningkatan rata-rata skor kepatuhan sebesar 1,29. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan intervensi.