Anak tunarungu adalah anak yang memiliki kekurangan pendengaran, baik ringan, sedang sampai berat, sehingga berdampak pada proses penerimaan bunyi yang ditangkap oleh indera pendengaran, mulai dari samar sampai total/tidak mendengar sama sekali, hal ini berpengaruh pada pemahaman kata atau kalimat yang ditangkap sehingga artikulasi bicara dan suara anak tunarungu yang dihasilkan tidak terucap secara sempurna dan berpengaruh kepada kualitas proses komunikasi, Penulis melihat kondisi siswa Tunarungu di SLB Negeri Tambahrejo memiliki semangat belajar siswa rendah, antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran juga rendah, ini dikarenakan guru-guru di kelas masih menggunakan media lama yaitu kamus bahasa isyarat, sedangkan kondisi medianya sudah banyak yang rusak, terlepas dan jumlahnya terbatas. Berdasarkan uraian tersebut diatas, penulis melakukan penelitian membuat kamus bahsa Isyarat elektronik dengan sebutan e-SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia elektronik) yang bertujuan: 1. untuk mengetahui kelayakan e-SIBI, 2. untuk mengetahui efektivitas penerapan e-SIBI ditinjau dari aktivitas guru, 3. Untuk mengetaui efektivitas penerapan e-SIBI ditinjau dari ketuntasan belajar siswa, 4. untuk mengetahui efektivitas penerapan e-SIBI ditinjau dari respon siswa, dan 5. untuk mengetahui efektivitas penerapan e-SIBI ditinjau dari aktivitas siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII Tunarungu di SLB Negeri Tambahrejo tahun pelajaran 2021/2022. Jenis penilitian yang penulis lakukan adalah jenis penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan perhitungan statistik sederhana.Metode pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah: 1. Setelah dilakukan uji terhadap e-SIBI disimpulkan bahwa e-SIBI layak dan efektit digunakan sebagai media pembelajaran, 2. Penggunaan e-SIBI efektif ditinjau dari aktivitas guru (ditunjukkan dengan skor 90,42%), 3. Penggunaan e-SIBI efektif ditinjau dari ketuntasan belajar siswa, 4. Penggunaan e-SIBI efektif ditinjau dari respon siswa 5. Penggunaan e-SIBI efektif ditinjau dari aktivitas siswa (ditunjukkan dengan skor 94%). Sebagai kesimpulan dari penelitian ini adalah e-SIBI merupakan media pembelajaran dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dan sesuai digunakan untuk siswa tunarungu di Sekolah Luar Biasa.