Luky Septian
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Sosial Keagamaan Islam di Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Luky Septian; Agus Machfudz Fauzi
Purwadita : Jurnal Agama dan Budaya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/purwadita.v6i2.1730

Abstract

The theoretical conception in this study uses the social construction theory of Peter L. Beger with three components, namely externalization, objectivation, and internalization. The research approach used is qualitative with descriptive type, and data collection through primary and secondary data. The purpose of this study is to reveal and explain the social reality of Islamic religious behavior and values in society during the COVID-19 pandemic. The results obtained are that there is a socio-religious construction in society during the pandemic, this can be seen by the construction of religious values that change people's lives to adjust to the current situation.
RASIONALITAS DALAM TINDAKAN KORUPSI (Studi Kasus Korupsi Dana Desa di Majalengka) Luky Septian; Agus Machfudz Fauzi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 7 No. 1 (2022): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan masalah yang memekik diseluruh negara, termasuk Indonesia. korupsi di Indonesia kini semakin menggurita, merajalela, serta memberikan dampak penderitaan. Koprupsi yang merupakan extra ordinary crime memiliki kecaman yang sangat besar, terutama kerugian perekonomian. Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah ketika kasus tindak pidana korupsi berhasil menyusup ke dalam instasi pemerintahan desa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rasionalitas dalam tindakan korupsi. Penelitian menggunakan metode kualitatif, sedangkan data-data memakai data studi literature dan studi kasus. Kemudian, data ini dikelolah sehingga dapat digeneralisasikan sehingga menjadi sebuah kesimpulan. Hasil yang ditempuh, diketahui beberapa landasan yang mendasari seseorang melakukan korupsi, seperti motivasi pelaku, faktor-faktor yang ikut mempengaruhi, serta ditemui juga daya rusak dari sebuah tindak pidana korupsi.