Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN APD TERHADAP PREVALENSI KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PABRIK BATAKO, TULUNGAGUNG Mika Humairo; Himawan Wirahadikusuma
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.423

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja sering terjadi pada pekerja khususnya pekerja tradisional yang belum menerapkan konsep kesehatan dan keselamatan kerja. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan bahwa pekerja percetakan batako keling kebanyakan dengan sadar tidak mematuhi atau bahkan mengabaikan perihal kesehatan dan keselamatan kerja, karena tidak terbiasa menggunakan APD dengan alasan kurang fleksibel dan tidak nyaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemakaian alat pelindung diri (APD) terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pabrik batako keling di Desa Batangsaren Kabupaten Tulungagung. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya sejumlah 34 responden dan sampel sebanyak 25 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji regresi logistik sederhana. Hasil: Hasil temuan didapatkan bahwa Sebagian besar responden menggunakan alat pelindung diri secara tidak lengkap sebanyak 17 responden (68%). Sebagian besar responden pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 17 responden (68%). Hasil penelitian menggunakan Uji Regresi Logistik sederhana menunjukkan bahwa nilai p-value 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pemakaian alat pelindung diri (APD) lengkap terhadap kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pabrik batako keling di Desa Batangsaren, Kabupaten Tulungagung. Diskusi: Pekerja pabrik batako keling berisiko mengalami kecelakaan kerja dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja. APD menjadi salah satu upaya untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Rekomendasi: Pekerja pabrik batako seharusnya menggunakan APD lengkap selama bekerja yang meliputi sepatu boot, sarung tangan, dan kacamata. Selain itu, juga harus diciptakan lingkungan kerja yang ergnomi, sehingga kecelakaan kerja dapat diminimalisir. Kata Kunci : APD, Kecelakaan Kerja, Pekerja Pabrik Batako
A BRIDGING THE DIGITAL DIVIDE: A HYBRID COMMUNITY-BASED HEALTH INFORMATION SYSTEM FOR RURAL EMPOWERMENT Umay Diyana; Annisa' Ali; Selvy Anggraeni; Rizka Putri; Mika Humairo
Inovasi Lokal: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2025): Inovasi Lokal
Publisher : Tarqabin Nusantara Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62255/noval.v3i2.184

Abstract

A 6-month simulation of a community-based health information system in a rural area involving 500 participants (health workers, volunteers, community) demonstrated the potential for improved access to health services through technology collaboration and local participation. Active participation reached 80%, with a 20% decrease in infectious disease cases and a 35% increase in pregnant women's participation in ANC programs. The hybrid system (SMS gateway and web application) effectively overcame infrastructure limitations, although 30% of areas still experienced network constraints. Technology resistance in the elderly (15%) and interface complexity (30%) highlighted the need for inclusive design. participant feedback (85%) positive) emphasized the importance of educational and emergency features. This simulation confirmed that the success of CBHIS depends on multisectoral partnerships, continuous training, and policy adaptation. The study recommends integration of the system with government programs and long-term evaluation to ensure sustainability. The findings contribute to the literature on digital health innovations in remote areas, in line with WHO recommendations (2021) and studies on technological inclusion (Brown & Lee, 2021).