Dian Annisa Nur Ridha
Department of Japanese Language and Culture, Faculty of Humanities, Universitas Diponegoro, Jl. Prof Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGENALAN BUDAYA TRADISIONAL JEPANG KALIGRAFI (SHODOU) KEPADA SISWA SMA NEGERI 4 SEMARANG Dian Annisa Nur Ridha; Nisia Nur Dwi Agusta
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.6.2.236-243

Abstract

ABSTRAKJepang tidak hanya terkenal dengan budaya populernya, tetapi juga budaya tradisionalnya. Salah satu budaya tradisional Jepang yang menarik adalah kaligrafi (shodou). Shodou adalah seni menulis indah menggunakan kertas hanshi, kuas, dan tinta. Mempelajari shodou tidak hanya bermanfaat untuk hiburan, tetapi juga memiliki manfaat edukasi, misalnya melatih kesabaran, konsentrasi, dan daya ingat. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan shodou kepada siswa SMA Negeri 4 Semarang dengan menggunakan metode deskriptif. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa mempelajari kejepangan tidak hanya melalui tata bahasa dan budaya populer saja, tetapi juga bisa melalui kebudayaan tradisional yang memiliki nilai filosofis.Kata kunci: Budaya Tradisional, Jepang, Kaligrafi (shodou), Siswa SMA
MEMAHAMI POTENSI BELAJAR BAHASA JEPANG DAN PELUANG STUDI KEJEPANGAN BAGI SISWA SMA NEGERI 4 SEMARANG Dian Annisa Nur Ridha; Nisia Nur Dwi Agusta; Rizky Miftha Angdani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.7.1.1-8

Abstract

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kemampuan bahasa asing diperlukan untuk kelancaran komunikasi dan menjalin pergaulan yang akrab dengan masyarakat dunia. Saat ini, kemampuan bahasa Inggris saja tidak cukup dan harus ditunjang dengan kemampuan bahasa asing lainnya. Di sinilah bahasa Jepang muncul sebagai salah satu bahasa asing yang diminati oleh anak-anak muda, khususnya siswa SMA. Banyak di antara siswa SMA yang tertarik dengan budaya populer Jepang, sehingga tertarik pula untuk mempelajari bahasa Jepang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini mengambil tema “Memahami Potensi Belajar Bahasa Jepang dan Peluang Studi Kejepangan Bagi Siswa SMA Negeri 4 Semarang”. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pelaksana memberikan materi yang berkaitan dengan keuntungan mempelajari bahasa Jepang serta peluang melanjutkan studi terkait bidang kejepangan kepada para siswa SMA. Melalui kegiatan ini, siswa menjadi semakin memiliki minat terhadap pembelajaran bahasa Jepang dan melanjutkan studinya terkait kejepangan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
Musik yang Menenangkan Hati: Analisis Terhadap Lagu-lagu BTS pada Era Pandemi Dian Annisa Nur Ridha
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.49-66

Abstract

Pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika situasi sangat muram dan seolah tidak ada harapan akan hari esok, BTS merilis album BE yang dirilis pada tahun 2020. Beberapa di antaranya adalah “Life Goes On”, “Fly to My Room”, dan “Telepathy”. Selanjutnya, pada tahun 2021, BTS merilis CD single “Butter” yang di dalamnya terangkum lagu “Permission to Dance”. Ketika tampil di acara radio Inggris BBC Radio 1, yaitu Live Lounge pada tahun 2021, BTS menyanyikan lagu tersebut sekaligus menyanyikan ulang lagu “I’ll Be Missing You”. Artikel ini membahas makna lima lagu BTS yang dirilis dan ditampilkan pada era pandemi menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kelima lagu tersebut merujuk pada satu tema, yaitu kekhawatiran BTS sebagai manusia biasa terhadap situasi pandemi. Selain itu, terselip harapan dari BTS agar pandemi segera berakhir. Pada akhirnya, lagu-lagu yang terangkum dalam album BE bersama dua lagu lainnya mengajak pendengar untuk berefleksi ke masa lalu, menerima kenyataan pada masa kini, dan berharap akan kehidupan yang lebih baik pada masa depan.