This Author published in this journals
All Journal Gema Keadilan
Widyani Putri
Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro || Indonesia, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Antropologi Hukum: Dibalik Fenomena Pengungkapan Identitas Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Media Sosial Widyani Putri
Gema Keadilan Vol 9, No 3 (2022): Gema Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/gk.2022.16325

Abstract

Sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), kekerasan seksual yang telah lama meresahkan masyarakat resmi dirumuskan sebagai suatu tindak pidana. Namun, layaknya sebuah pedang bermata dua, pemidanaan melukai baik korban, pelaku, sampai dengan masyarakat sehingga harus diupayakan sebagai obat terakhir (ultimum remedium) atau upaya terakhir yang ditempuh apabila tidak ada upaya lain lagi yang efektif mengendalikan kejahatan. Dengan ini, menjadi penting untuk menjaga pemenuhan asas praduga tidak bersalah bagi pelaku dan asas fair trial dalam sistem peradilan pidana kita agar terwujud tujuan kita bersama, yakni kehidupan bermasyarakat yang adil dan damai. Dari hasil penelusuran yang telah dilakukan, fenomena pengungkapan identitas pelaku kekerasan seksual, terutama terduga pelaku, tersangka, maupun terdakwa telah menjamur di ranah media sosial. Padahal, tindakan tersebut mengancam tercapainya tujuan dari sistem peradilan pidana kita, yakni menciptakan manusia yang utuh setelah melalui pemidanaan dan perbaikan selama menjalani pemidanaan. Untuk itu, tulisan ini bermaksud mengkaji fenomena tersebut dari kacamata antropologi hukum untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi perilaku pengguna media sosial yang menyebabkan fenomena tersebut.