M. Pandapotan Nasution
Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt) Alfiani Prima Putri; M. Pandapotan Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar maupun dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun tapak dara dapat memiliki potensi sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun tapak dara. Pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan pengujian karakteristik daun tapak dara. Pengujian sitotoksititas ekstrak etanol daun tapak dara menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm ,400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm, 1000 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian karakterisasi daun tapak dara pada kadar air 6,66 %, kadar sari larut air 38,23 %, kadar sari larut etanol 24,85 %, kadar abu total 6,29 %, dan kadar abu tidak larut asam 0,66 %. Hasil karakterisasi ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan standarisasi dalam materia medika indonesia. Hasil pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) memberikan nilai LC50: 305,1406 µg/ml,sehingga ekstrak etanol daun tapak dara bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker, karena senyawa uji dikatakan toksik jika harga LC50 lebih kecil dari 1000 µg/mL.
Uji Antibakteri Formulasi Sediaan Sabun Cuci Tangan Ekstrak Etanol Daun Anting-Anting (Acalypha Indica L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Juni Krisdayanti Gulo; M. Pandapotan Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 4 Oktober 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i1.528

Abstract

Anting-anting (Acalypha indica L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai jenis gulma. Anting-anting telah digunakan sebagai obat herbal secara turun-temurun yang berkhasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit antara lain mimisan, batuk, disentri, diare, muntah darah dan luka bakar. Dapat juga dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat-obatan karena adanya senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun anting-anting dapat dibuat dalam bentuk sediaan sabun cuci tangan dan untuk mengetahui apakah sabun cuci tangan ekstrak etanol daun anting-anting mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Dari hasil penelitian menujukkan bahwa serbuk simplisia dan ekstrak etanol daun anting-anting mengandung senyawa kimia alkaloid, saponin, tannin, flavonoid dan minyak atsiri. Hasil uji organoleptis sabun cair berbau khas perpanduan daun anting-anting pewangi, berwarna coklat kehitaman berbantuk cair. Hasil uji stabilits dari semua formula stabil. Uji pH berkisar 9,73-10,8. Uji tinggi busa berkisar 50-80 mm. Uji vikositas hasilnya berkisar 825-1330 cpoise. Uji bobot jenis hasilnya berkisar 1,01-1,02. Aktivitas antibakteri pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan kontrol positif mempunyai daya hambat 16,0 mm, 17,7 mm, 17,8 mm dan 20,0 terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kesimpulan sediaan sabun cair ekstrak etanol daun anting-anting (Acalypha indica L.) memiliki aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus serta memiliki mutu fisik yang baik.