Jumiarsih Purnama
ITKES Muhammadiyah Sidrap

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lompoe Kota Parepare Sulaeman; Jumiarsih Purnama
Jurnal Ilmiah Mappadising Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 4 Nomor 2 September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Puangrimaggalatung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54339/mappadising.v4i1.448

Abstract

Lack of or poor nutrition in the first thousand days of life can have irreversible consequences, namely a condition where he experiences stunted growth or stunting. Of the several factors that affect stunting in toddlers, namely; mother's education, mother's knowledge of under-five nutrition, per capita income, gender, exclusive breastfeeding, LBW nutrition and birth length. This study aims to determine the factors that influence the incidence of stunting in toddlers in the Lompoe Health Center work area, Parepare City in 2020, the design of this study used an analytical observational method with a cross sectional approach. This study shows the proportion of stunting is 28.6% and not stunting is 71.4%. The results of the chi-square test of maternal education p-value = 0.016, mother's knowledge of toddler nutrition p-value = 0.008, per capita opinion p-value = 0.031, and exclusive breastfeeding p-value = 0.788. Based on this result, there is an effect of mother's education, mother's knowledge about toddler nutrition, and income per capita on the incidence of stunting in toddlers. It is hoped that other researchers can do research with variables not examined in this study. Lompoe Health Center can improve health promotion regarding stunting prevention in toddlers. Abstrak Pemberian nutrisi yang kurang atau buruk di seribu hari pertama kehidupannya dapat berdampak pada konsekuensi yang ireversibel, yaitu kondisi dimana ia mengalami pertumbuhan terhambat atau stunting. Dari beberapa factor yang mempengaruhi stunting pada balita yaitu; pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi balita, pendapatan perkapita, jenis kelamin, ASI ekslusif, gizi BBLR dan panjang badan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Lompoe Kota Parepare Tahun 2020, desain penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menunjukkan proporsi stunting sebesar 28,6% dan tidak stunting sebesar 71,4%. Hasil uji chi-square pendidikan ibu p-value=0,016, pengetahuan ibu tentang gizi balita p-value=0,008, pendapat perkapita p-value=0,031, dan pemberian ASI ekslusif p-value=0,788. Berdasarkan hasi ini, ada pengaruh pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi balita, dan pendapatan perkapita terhadap kejadian stunting pada balita. Diharapkan bagi peneliti lain dapat dilakukan penelitian dengan variable yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Puskesmas Lompoe dapat meningkatkan promosi kesehatan mengenai pencegahan stunting pada balita.
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Indirwan Hasanuddin; Zainab Zainab; Jumiarsih Purnama
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.15962

Abstract

Hipertensi ditandai dengan hasil pengukuran tekanan darah yang menunjukkan tekanan sistolik sebesar > 140 mmhg atau dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmhg, Gaya hidup merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebab terjadinya hipertensi misalnya aktivitas fisik, stres, dan Pola makan yang salah merupakan salah satu faktor resiko yang meningkatkan penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional study, yaitu ingin mengetahui hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Variabel yang dimaksud adalah variabel independen dan variabel dependen. Uji analisis yang digunakan adalah analisa bivariat adalah analisis yang menghubungkan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan menggunakan ? = 5%. Hasil penelitian ini adalah Ada hubungan pola makan dengan kejadian penyakit hipertensi (p=0,000). Ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian penyakit hipertensi (p=0,000). Diharapkan informasi hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperkaya pengetahuan dan keperluan referensi ilmu keperawatan komunitas penyebab kejadian hipertensi.