Kompol. (Purn.) Novel Baswedanataulebihdikenal Novel Baswedanmerupakanaparat negara yang bekerjasebagaipenyidik di KomisiPemberantasanKorupsi (KPK). Kasusterorinibermula pada 2017, Penyeranganinimengakibatkanlukabakar yang cukupparah di kedua bola matanya. Pada akhirtahun 2019, pihakkepolisianmenangkapdua orang pelakupenyeranganterhadap Novel. Keduapelakubernama Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis dan keduanyamerupakananggotadarikepolisianaktif. Setelahrentetanpanjang proses persidangan pada pertengahantahun 2020 akhirnyadibacakanvonisuntukkeduapelakuteror. Tetapihasilvonis yang dijatuhkan oleh MajelisHakim terhadapkeduapelakusontakmenuai pro dan kontra di berbagaikalanganmasyarakat, banyak yang menudingbahwatuntutan yang diberikanMajelis Hakim tidaksebandingdenganapa yang dirasakan oleh Novel. Analisis pemberitaanpersidangankasusterorpenyiraman air keras novel baswedanbertujuanuntukmembedahunsur framing dalam media online Tempo.co dan Suara.com denganmenggunakananalisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Disini Tempo lebihmenonjolkandarisisikuasahukum novel baikdari highlight maupun inti berita. Tempo dalamisiberitabanyakmengimbangipernyataan-pernyataan yang diungkapkanjaksapenuntutumum dan disanggah oleh timkuasahukum dan atau novel baswedan. Sedangkan Suara membingkaipersidangankasus novel baswedandenganisiberita yang berusahaberimbangantarakejadian yang ada di peradilansecaralugas dan apaadanya agar masyarakatdapatmenerimainformasisejelas- jelasnyatanpaadanyatambahan drama yang terjadidiantaraduakubu di dalamisiberitanya. Sudutpandangmereka yang berbedainimenggambarkan statement di masyarakat yang memangada yang pro sertakontraterkaitjalannyakasusinisedariawalhinggamasukke proses pembacaanvonis, selainituinimerujukkepadatingkatkepercayaanmasyarakatterhadapinstansi-instansipemerintahsertaterkaitberjalannyahukum di Indonesia hinggasaatini.