Penelitian di latarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukanbahwasiswakurangmemperhatikancarapengucapanataupelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman yang dapatmengganggukelancarandalampemahamanbahasa Jerman yang dipelajari oleh siswasehinggadilakukananalisisuntukmenemukanjenis-jeniskesalahansiswa. Penelitianbertujuanuntukmenemukanjeniskesalahanpelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman, dan menjabarkantingkatkesalahanpelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman. Jenis penelitianiniadalahdeskriptifdenganmenggunakan data yang bersifatkuantitatif dan kualitatif, denganmenganalisismenggunakanteoripelafalan Ortmann pada hasilrekamanpelafalankosakatabahasa Jerman siswa. Data dikumpulkandenganmetodeobservasi, catatanlapangan, dan rekaman. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaJenis-jeniskesalahansiswadalammelafalkanfonembahasa Jerman terbagidalam 3 bagianyaitukesalahan pada fonem yang berbedadenganpembelajarbahasa Indonesia (Kontrastive Phoneme), kesalahan pada fonem yang asingatautidakdikenaldalambahasa Indonesia (Fremde Phoneme), dan kesalahan pada fonemlainnyayaitufonem /sp/ yang terletak di pertengahan kata (Inlaut), fonem /st/ yang terletak di pertengahan kata (Inlaut), fonem e/ atau /ə/, fonem /a/, dan fonem /r/. Tingkat persentasekesalahanpelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman pada fremde phonemedenganfrekuensikesalahansebanyak 890 kesalahan (47%). Kemudiankesalahan pada kontrastive phonemedenganfrekuensikesalahansebanyak 540 kesalahan (28.5%), sertakesalahan pada fonemlainnyadenganfrekuensikesalahansebanyak 460 kesalahan (24.5%).