This Author published in this journals
All Journal Media Bina Ilmiah
Ulfa Nurul Qalbi
Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN (AUSSPRACHE) FONEM BAHASA JERMAN DI KALANGAN PELAJAR SMA: KAJIAN KOMPARATIF Ulfa Nurul Qalbi; Ikhwan M. Said; Ery Iswary
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 2: September 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.614 KB) | DOI: 10.33578/mbi.v17i2.127

Abstract

Penelitian di latarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukanbahwasiswakurangmemperhatikancarapengucapanataupelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman yang dapatmengganggukelancarandalampemahamanbahasa Jerman yang dipelajari oleh siswasehinggadilakukananalisisuntukmenemukanjenis-jeniskesalahansiswa. Penelitianbertujuanuntukmenemukanjeniskesalahanpelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman, dan menjabarkantingkatkesalahanpelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman. Jenis penelitianiniadalahdeskriptifdenganmenggunakan data yang bersifatkuantitatif dan kualitatif, denganmenganalisismenggunakanteoripelafalan Ortmann pada hasilrekamanpelafalankosakatabahasa Jerman siswa. Data dikumpulkandenganmetodeobservasi, catatanlapangan, dan rekaman. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaJenis-jeniskesalahansiswadalammelafalkanfonembahasa Jerman terbagidalam 3 bagianyaitukesalahan pada fonem yang berbedadenganpembelajarbahasa Indonesia (Kontrastive Phoneme), kesalahan pada fonem yang asingatautidakdikenaldalambahasa Indonesia (Fremde Phoneme), dan kesalahan pada fonemlainnyayaitufonem /sp/ yang terletak di pertengahan kata (Inlaut), fonem /st/ yang terletak di pertengahan kata (Inlaut), fonem e/ atau /ə/, fonem /a/, dan fonem /r/. Tingkat persentasekesalahanpelafalan (Aussprache) fonembahasa Jerman pada fremde phonemedenganfrekuensikesalahansebanyak 890 kesalahan (47%). Kemudiankesalahan pada kontrastive phonemedenganfrekuensikesalahansebanyak 540 kesalahan (28.5%), sertakesalahan pada fonemlainnyadenganfrekuensikesalahansebanyak 460 kesalahan (24.5%).