This Author published in this journals
All Journal Media Bina Ilmiah
Ana Fitriana Poerana
Program Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN STARBUCKS DI MASA COVID 19 (Studi Kasus tentang Strategi Komunikasi Pemasaran Starbucks KM 72 Dalam Mempertahankan Pelanggan di Masa Covid 19) Bimo Yuga Pratama; Ana Fitriana Poerana; Wahyu Utamidewi
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 3: Oktober 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.041 KB) | DOI: 10.33578/mbi.v17i3.148

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana komunikasi pemasaran Starbucks Km 72 dalam memasarkan product/produk, melakukan promosi, menentukan price/harga dan place/tempat di masa covid. Untuk mengetahui komunikasi pemasaran Starbucks Km 72 dalam memasarkan product/produk, melakukan promotion/promosi, dan menentukan place/tempat dan price/harga di masa covid. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus sesuai dengan yang disampaikan oleh Robert K Yin (Yin R. K., 2008). Pengumpulan data berupa dokumen, rekaman arsip, wawancara, dan observasi. Teori yang digunakan yaitu Konsep 4P Pada Pemasaran, (Keller & Kotler, 2012) Ada 4 komponen yang tercakup dalam kegiatan marketing Price, Produk, Place, Promo. Dalam memasarkan produknya, Starbucks Rest Area KM72 melakuka promosi melalu media sosial para pegawainya, hal kecil itu banyak memikat para konsumen terdekatnya. Proses penentuan harga produk yang ada di Starbucks KM72 sama seperti starbucks lainnya yaitu sudah di tentukan oleh Head office. store ini terbilang karena di lengkapi dengan drive thru dan area parkir yang luas serta jauh dari competitor.Di masa pandepic ini, peran kostumer sangat lah penting, maka dari itu agar mendapatkan kepercayaan kostumer agar tidak takut mengunjungi sebuah retail pastinya harus mengedepankan protokol kesehatan terlebih dahulu lalu memberikian penawaran serta service yang layak. di jelaskan juga oleh Fandy Tjiptono pada bukunya yang berjudul “Strategi Pemasaran” bahwa kepuasan pelanggan merupakan elemen pokok dalam pemikiran dan praktik pemasaran modern