Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POTENSI SUMBER MATA AIR SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KABUPATEN MAJENE Akbar Indrawan Saudi
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 10, No 2 (2022): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v10i2.1538

Abstract

Mata air merupakan sumber air tanah yang mengalir dan keluar dari akuifer atau belahan batu menuju permukaan tanah yang menjadi sumber air bersih yang juga digunakan sebagai sumber air minum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas air dan besar potensi sumber mata air yang ada di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur Kabupaten Majene, serta sebagai informasi bagi masyarakat dalam pemanfaatan sumber mata air yang digunakan sebagai air minum. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif dimana pengambilan sampel lokasi penelitian ditentukan berdasarkan hasil wawancara dan pengujian sampel mata air secara kimiawi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa ada satu dari tiga lokasi sumber mata air yang berpotensi memenuhi kebutuhan air masyarakat hingga tahun 2025 yaitu di Desa Pamboborang dimana banyaknya air yang tersedia sebesar 36,288 liter/hari dengan kebutuhan air sebesar 27.480 liter/hari sedangkan potensi sumber mata air di Desa Galung Barat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat tersebut dimana ketersediaan air di Desa Galung Barat sebanyak 35.424 liter/hari  dan kebutuhan air yang dibutuhkan sebanyak 51.720 liter/hari begitupun dengan Desa Lemba Lembang dimana ketersediaan air sebanyak 5.184 liter/hari sedangkan kebutuhan airnya sebesar 39.180 liter/hari. Terkait kualitas air yang ada pada lokasi Desa Pamboboran, Galung Barat dan Lemba Lembang tidak 100% dapat dikonsumsi secara langsung, perlu dilakukan beberapa treatment untuk mengurangi kandungan yang berlebih terutama pada kandungan Mn, Ecoli serta Bakteri Total Coliform pada air tersebut, untuk itu diharapkan masyarakat dapat melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap air sebelum dikonsumsi secara langsung.
KAJIAN EVALUASI KUALITAS PELAYANAN DAN KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN UMUM PENUMPANG KABUPATEN MAJENE Akbar Indrawan Saudi
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 11, No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v11i2.1821

Abstract

Penyediaan angkutan umum publik menjadi pemecah masalah tidak efisiennya pergerakan mobilitas orang dan barang. Eksistensi pelayanan angkutan umum perkotaan dewasa ini mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Kemampuan finansial operator bergantung pada jumlah penumpang dan subsidi pemerintah dalam keberlangsungan bisnis angkutan dan pemecahan masalah pergerakan orang dan barang dalam wilayah perkotaan. Kajian penelitian yang dilakukan untuk menganalisis kinerja operasional Angkutan Umum Penumpang (AUP) dan kualitas layanan angkutan yang dirasakan oleh penumpang. Metode yang dilakukan dengan metode survei statis dan dinamis serta melakukan wawancara kepada penumpang. Parameter kinerja menggunakan aturan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk mengukur hasil yang diperoleh. Berdasarkan data yang didapatkan dari kinerja angkutan umum penumpang (AUP) Trayek Terminal Battayang – Pasar Sentral – Pellattoang (Kode B) memiliki frekuensi 3 kend/jam nilai 1 kategori kurang belum mencapai standar, nilai load factor nilai 31,24% sudah sesuai dengan standar yang ditentukan Dinas Perhubungan Darat yaitu kurang dari 70%, nilai headway sebesar 24,20 menit kategori kurang karena belum memenuhi standar karena standar yang ditentukan kurang dari 10 menit, untuk waktu pelayanan sebesar 11 jam kategori sedang karena belum mencapai standar yang ditentukan yaitu 15 jam. Berdasarkan kualitas pelayanan yang di dapatkan dari rute Trayek Terminal Battayang – Pasar Sentral – Pellattoang maka dari aspek keselamatan di dapatkan sebesar 63,30% sedangkan dari aspek keamanan di dapatkan 67,60%, dari aspek kenyamanan di dapatkan sebesar 64,30% dari aspek keterjangkauan di dapatkan sebesar 69,30% dari aspek kesetaraan di dapatkan sebesar 64.20%. Hal tersebut menandakan bahwa penggunaan transportasi umum yang dikaji sudah masuk dalam kategori setuju mengenai kualitas aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan.