Moh. Ulumuddin
Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Sistem Terhadap Teori Hukum Islam” Jasser Auda" Moh. Ulumuddin
At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 3 No 2 (2015): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib, Ngoro, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan teori maqashid yang digagas Auda, maka tercapainya “kebermaksudan” hukum Islam menjadi pertimbangan utama bermanfaat atau tidaknya penelitian tersebut. Sejauh hukum Islam belum dipahami sebagaimana tawaran Auda, maka manfaat praktis dari penelitian ini perlu ditindaklajuti lebih serius. Namun terlepas dari hal tersebut di atas, penelitian Auda setidaknya memberikan tiga manfaat terhadap perkembangan studi Islam. Pertama, Auda berhasil “mengkontemporerisasi” hukum Islam dengan pendekatan sistem melalui maqashid al-syari‟ah. Kedua, Auda memberikan kontribusi terhadap perkembangan teori hukum Islam melalui teori baru tentang maqashid. Ketiga, Auda berhasil memodifikasi teori sistem, sehingga menjadi teori baru dalam filsafat Islam
Hak Cipta Dalam Diskursus Ekonomi Islam Moh. Ulumuddin
At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 7 No 1 (2019): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib, Ngoro, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap harta sebelum revolusi industri pertama hanya mencakup sesuatu yang visibel dan ekonomis. Namun paasca fenomena tersebut, terjadi pergeseran paradigma yang memperluas pengertian harta. Pada titik ini, hak cipta (copy rights) menjadi objek baru dalam kajian hukum dan menjadikannya sebagai salah satu hak yang mendapat perlindungan. Penelitian ini ingin mengungkap bagaimana Islam memandang eksistensi dari hak cipta. Dengan menggunakan pendekatan historis-normatif, dapat diketahui bahwasanya konsep harta dalam islam sebenarnya telah mengakomodir hak cipta dan menjadikannya sebagai salah satu hal yang dapat dimiliki sebagai harta. akan tetapi diskursus mengenai hal ini baru terjadi pada masa kontemporer. Sebelumnya, eksistensi Hak cipta kurang mendapatkan perhatian karena masih dianggap kurang bernilai secara ekonomis. Pembahasan mengenai kekayaan intelektual juga sudah diuraikan secara jelas dan rinci dalam karya-karya ulama kontemporer muslim, seperti wahbah zuhaili dan lain sebagainya.
Pendampingan Kelompok Kajian Tasawuf di Dewan Pimpinan Cabang Penyiar Sholawat Wahidiyah Kabupaten Lamongan Moh. Ulumuddin; Ahmad Insya Ansori; Bustanul Arifin; Purwantoro
Ihsanniat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Ihsanniat
Publisher : LP3M IAI At-Tahdzib

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/5jw92m91

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas spiritual dan kelembagaan jamaah di lingkungan Dewan Pimpinan Cabang Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPC PSW) Kabupaten Lamongan. Kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan pembinaan tasawuf amali yang mampu menumbuhkan kesadaran religius, akhlak sosial, dan keseimbangan hidup di tengah tantangan modernitas. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dalam bentuk pengajian umum dengan peserta sekitar 1000–1500 orang yang berasal dari 8 kecamatan, 19 desa, dan 26 kelurahan di Kabupaten Lamongan. Materi utama difokuskan pada penanaman nilai ajaran Wahidiyah yang meliputi lillah-billah (berbuat semata-mata karena dan dengan pertolongan Allah), lirrosul-birrosul (berjuang karena dan dengan bimbingan Rasulullah), lilghouts-bilghouts (mengabdi karena dan dengan bimbingan Al-Ghauts Al-A‘zham), serta prinsip yukti kulla dzihaqqin haqqoh, taqdimul aham fal aham tsuma anfa fal anfa (memberikan hak secara proporsional dan mendahulukan yang paling penting serta bermanfaat). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman jamaah terhadap nilai-nilai ihsan, tumbuhnya semangat kebersamaan, terbentuknya kelompok kajian lanjutan, serta munculnya inisiatif dakwah digital oleh kader muda Wahidiyah. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan tasawuf amali berbasis komunitas efektif dalam memperkuat spiritualitas, moralitas, dan harmoni sosial masyarakat Lamongan.