Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Rancang-Bangun Sistem Kontrol Solution Shaker Berbasis Mikrokontroler AT89S51 dengan Motor Stepper Sebagai Penggerak Khairani, Ridha; Taufiq, Imam; -, Wildian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.793 KB) | DOI: 10.25077/jif.7.1.7-13.2015

Abstract

Telah dihasilkan sebuah sistem kontrol solution shaker berbasis mikrokontroler AT89S51 dengan motor stepper sebagai penggerak. Sistem kontrol solution shaker ini dirancang untuk memudahkan pekerjaan di laboratorium terutama di laboratorium Elektronika dan Instrumentasi dalam hal melarutkan PCB. Motor stepper yang digunakan adalah motor stepper tipe TEAC 14769070-30 dengan menggunakan IC ULN2003 sebagai rangkaian penggeraknya. Sistem ini dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler AT89S51. Arah putaran motor dan variasi kecepatan putar motor diatur dalam program yang ditulis dalam bahasa C. Pengujian yang dilakukan terhadap sistem kontrol solution shaker ini antara lain menghitung kecepatan linier pada saat alat bergerak tanpa beban. Hasil kecepatan linier maksimum solution shaker tanpa beban adalah (12,300 ± 0,014)cm/s  pada waktu tunda 80 ms. Sedangkan kecepatan linier minimum tanpa beban adalah (3,740 ± 0,002) cm/s pada waktu tunda 280 ms. Pada saat solution shaker diberi beban sebesar 50 g, maka gup kecepatan linier maksimum yang dihasilkan adalah (12,020 ± 0,014) cm/ s pada waktu tunda 80 ms. Sebaliknya untuk kecepatan linier minimum yang dihasilkan adalah (3,010± 0,002)cm/s pada waktu tunda 280 ms. Setelah dilakukan pengujian terhadap variasi beban,alat ini hanya sanggup bergerak untuk beban sebesar 400 g. Hasil pengukuran kecepatan linier maksimum untuk beban 400 g ini adalah (1,634 ± 0,001)cm/s.
PELAKSANAAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP PEMENUHAN NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN (STUDI PENELITIAN DI MAHKAMAH SYAR’IYAH BIREUEN) Khairani, Ridha; Aksa, Fauzah Nur; Afrizal, Teuku Yudi; maghfirah, fitri
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jic.v8i1.9160

Abstract

The judge's decision determines child custody after divorce. In some cases, the child's custody rights are given to the mother or father, and in implementation, there are parents who do not heed the results of the judge's decision, so that the plaintiff must carry out the execution by submitting the contents of the petition or withdrawing the point of claim such as the Syar'iyah Court Decision Number 594/ Pdt.G/2021/MS.Bir and Decision Number 97/Pdt.G/2023/MS.Bir. This research aims to find out and explain the analysis of the judge's decision regarding the fulfillment of child support based on the Syar'iyah Court Decision Number 594/Pdt.G/2021/MS.Bir and 97/Pdt.G/2023/MS.Bir and to find out the obstacles and the efforts taken in implementing the Shar'iyah Court Decision Number 594/Pdt.G/2021/MS.Bir and Decision Number 97/Pdt.G/2023/MS.Bir. This type of research is qualitative research with an Empirical Juridical approach, and the nature of the research is descriptive. Based on the results of the research, it is known that before determining the cost of child support rights, the judge first confirms the parties involved, then the judge will also analyze the ability of the party charged with child support due to divorce. There are no obstacles in implementing the Shar'iyah Court decision Number 594/Pdt.G/2021/MS.Bir and Decision Number 97/Pdt.G/2023/MS.Bir, and if the father does not fulfill his obligations as stated in the decision, then the father does not receive sanctions, because the court's obligations do not reach the stage of giving sanctions to the father, so the solution given is that the mother must apply for execution or submit a request for the contents of the decision. If this effort is also unsuccessful, then legal efforts can be taken that can protect children from irresponsible parental actions in Article 76 B and Article 77 B of Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection.
Kontribusi Program Ekstrakurikuler Tahfidz Terhadap Minat Orang Tua Menyekolahkan Anak di SMP IT Adzkia Kab. Langkat Khairani, Ridha; Pratiwi, Indah; Azwany, Nazli; Tanjung, Muaz
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kontribusi program tahfidz ekstrakurikuler terhadap minat orang tua dalam mengambil keputusan menyekolahkan anak-anak mereka di SMP Islam Adzkia di Kabupaten Langkat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, peneliti berupaya memahami secara holistik persepsi, pengalaman, dan motivasi orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah orang tua yang dipilih secara purposif, serta observasi pelaksanaan program tahfidz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun faktor tahfidz berkontribusi, minat orang tua merupakan konstruk kompleks yang dipengaruhi oleh citra sekolah secara keseluruhan, nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh keluarga, harapan anak untuk masa depan, dan makna pribadi yang diberikan orang tua terhadap pendidikan Al-Qur'an. Kontribusi program tahfidz adalah sebagai nilai pembeda (unique selling point) dan pemenuhan kebutuhan spiritual/karakter, yang secara kualitatif memperkuat keyakinan orang tua dalam memilih sekolah.
Analisis Pemikiran Asy‘ariyah dalam Literatur Modern: Kajian Teologis Berdasarkan Buku Teologi Islam karya Harun Nasution Rafi, Muhammad; Shiddiq, Ahmad; Khairani, Ridha; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1954

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemikiran Harun Nasution tentang teologi Asy'ariyah melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, dengan fokus utama pada buku Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah, Analisa Perbandingan karya Nasution serta literatur akademik modern yang membahas Asy'ariyah dari perspektif historis, doktrinal, dan epistemologis. Harun Nasution, tokoh sentral dalam pembaruan teologi Islam Indonesia yang dipengaruhi pendidikan di al-Azhar dan McGill University, menerapkan metode historis-kritis dan rasional untuk mengkritik doktrin Asy'ariyah, seperti konsep sifat-sifat Tuhan yang menimbulkan dualitas ontologis ("bukan zat tapi bukan selain zat"), teori kasb yang cenderung fatalistik karena Tuhan menciptakan perbuatan manusia sementara manusia hanya "mengakuisisi" tanggung jawabnya, serta relasi akal-wahyu yang membatasi peran akal sebagai otoritas sekunder di bawah wahyu. Kritik-kritik ini berasal dari orientasi rasionalistiknya yang mirip Mu'tazilah, di mana ia menekankan maksimalisasi akal untuk mengatasi kemunduran intelektual umat Islam akibat teologi dogmatis dan jabariyah ala Asy'ariyah.
Posisi Manusia di Hadapan Ilmu Menurut Hadis: Refleksi atas Tantangan Pendidikan di Era Distraksi Digital Khairani, Ridha; Indah Sari, Devi; Abdul Ghani, Farhan; Fadhli Azmi , Muhammad; Imran Sinaga, Ali
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2233

Abstract

Disrupsi teknologi dan munculnya fenomena distraksi digital yang meluas telah menciptakan tantangan yang mendalam bagi ekosistem pendidikan kontemporer. Studi ini bertujuan untuk melakukan refleksi ulang terhadap kedudukan fundamental manusia dalam menghadapi ilmu pengetahuan (intelektual dan spiritual) melalui kacamata ajaran Hadis Nabi Muhammad SAW. Secara konsisten, Hadis menempatkan manusia sebagai entitas yang secara esensial terikat pada kewajiban untuk mencari dan mengamalkan ilmu (talab al-'ilm), bahkan menganugerahkan gelar terhormat sebagai ahli waris para nabi kepada ulama. Temuan utama dari analisis tekstual ini menunjukkan bahwa nilai inti dari proses edukasi dalam Islam berpusat pada pencapaian ketakwaan dan ketundukan batin (khashyah) kepada Sang Pencipta, suatu dimensi yang jauh melampaui sekadar proses akumulasi dan transfer data semata. Prinsip ini sangat vital untuk menyeimbangkan kecenderungan pendidikan modern yang rentan tereduksi menjadi hanya data-literacy di tengah gemuruh informasi digital. Kajian ini menyoroti peran sentral dari konsep Hadis tentang ilmu yang bermanfaat ('ilm nafi'). Konsep ini menyediakan kerangka kerja etis dan epistemologis yang dibutuhkan untuk mengarahkan fokus baik pendidik maupun peserta didik. Dengan berpegangan pada 'ilm nafi', upaya pendidikan dapat secara strategis menjauhi segala bentuk distraksi dan informasi tidak produktif yang ditawarkan oleh lingkungan digital, sekaligus menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai moral (adab) sebagai hasil akhir dari pembelajaran. Pada akhirnya, refleksi Hadis ini menegaskan perlunya reorientasi filosofis dalam pendidikan untuk membentuk pribadi yang paripurna (insan kamil) yang memiliki kontrol diri, kecerdasan digital, dan integritas moral yang kokoh sebagai respons terhadap fragmentasi perhatian di era digital.
Penerapan Wahdatul Ulum dalam Penelitian Ilmiah Khairani, Ridha; Sumanti, Solihah Titin; Harahap, Muhammad Riduan
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2277

Abstract

Pemisahan antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum sudah lama terjadi di Universitas Islam, yang menimbulkan masalah kemanusiaan dan anggapan bahwa keduanya tidak dapat dipertemukan karena perbedaan objek, metode, hingga institusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menyajikan penerapan paradigma Wahdatul Ulum (Kesatuan Ilmu) dalam penelitian ilmiah sebagai solusi atas dikotomi tersebut, khususnya di UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan transdisipliner yang berlandaskan kerangka Pendekatan Sistem (Levels of Reality) dan Logika Tengah yang Dimasukkan (The Logic of the Included Middle). Pendekatan ini menuntut rekonstruksi metodologi ilmu-ilmu keislaman agar artikulasi agama dapat terhubung dengan realitas. Kebaharuan penelitian ini terletak pada penegasan urgensi integrasi pengetahuan melalui pendekatan Transdisipliner yang secara holistik melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan non-akademisi sebagai fondasi metodologis untuk mengimplementasikan Wahdatul Ulum dalam aktivitas penelitian ilmiah di UIN Sumut. Oleh karena itu, UIN di Sumut harus memiliki sikap beradaptasi dengan segala macam perubahan, khususnya UIN Sumut yang harus memulai untuk menggunakan paradigma wahdatul ulum dalam penelitian ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner sangat cocok di era ketidakpastian saat ini dan menjanjikan untuk mengatasi kompleksitas persoalan hidup dengan sinergi beragam disiplin. Dengan pendekatan transdisipliner, Wahdatul Ulum sangat cocok di era tidak ketidakpastian ini di mana kemajuan teknologi digital menjadi faktor utama.