Masih terdapat kendala dalam mempraktekkan pemberian ASI eksklusif. Permasalahan seringkali muncul pada awal-awal menyusui. Kurangnya dukungan lingkungan sekitar/masyarakat dapat mempengaruhi ketidakberhasilan menyusui pada awal-awal masa menyusui. Pemberdayaan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan ketercapaian pemberian ASI ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendampingi ibu sejak hamil hingga masa menyusui eksklusif. One Cadre One Mom (OCOM) merupakan kegiatan dimana seorang kader mendampingi ibu hamil hingga masa nifasnya selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas One Cadre One Mom (OCOM) dalam meningkatkan pemberian ASI. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan post-test dan desain kelompok kontrol. Populasinya terdiri dari ibu hamil trimester III normal di wilayah Puskesmas Lembeyan Magetan periode Mei-Septemer 2023 bersedia mengikuti penelitian. Jumlah sampel setiap kelompok adalah 25 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Kelompok intervensi berpartisipasi dalam kegiatan One Cadre One Mom (OCOM) dimana ibu hamil Trimester III didampingi kader, diberikan edukasi mengenai laktasi. Pendampingan ini berlanjut hingga masa nifas selesai. Pada masa nifas kunjungan 3 kali yaitu pada 3 hari pertama, hari ketujuh dan saat 1 bulan. Kader tidak hanya memberikan edukasi saja tapi juga menajari ibu perawatan payuda dan pijat oksitosin serta memberikan edukasi pada keluarga juga. Untuk kelompok kontrol diberikan perlauan sesuai SOP yang berlaku di Puskesmas Lembeyan. Pemberian ASI diukur dari pemberian ASI saja atau ASI dan sufor selama pendmapingan. . Pemberian ASI eksklusif pada bulan pertama dianalisis dengan menggunakan uji chi - square. Terdapat perbedaan pemberian ASI eksklusif antara kedua kelompok pada bulan pertama dengan nilai signifikansi 0,021. One Cadre One Mom (OCOM) efektif dalam meningkatkan pemberian ASI.kata kunci: kader, menyusui, ASI esklusif