Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRAKTIK BERTANI GARAM TRADISIONAL DI GAMPONG CEBREK, KECAMATAN SIMPANG TIGA, KABUPATEN PIDIE FAHRIL SYUHADA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat praktik bertani garam tradisional di lancang Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Pembahasan penelitian ini berfokus pada tindakan-tindakan sosial petani garam dalam mempertahankan eksistensi garam tradisional di Gampong Cebrek ditengah banyaknya garam impor yang beredar. Untuk menganalisa masalah tersebut, peneliti menggunakan Teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil yang ditemukan di lapangan, dalam penelitian ini adanya beberapa bentuk tindakan sosial yang dilakukan petani garam. Pertama, tindakan tradisional berupa meneruskan warisan keluarga, melakukan transaksi barter, menjual dengan berkeliling kampung dan di pasar-pasar tradisional, serta membangun nilai kebersamaan antar petani garam dan lingkungan masyarakat. Kedua, tindakan instrumental berupa menjaga kualitas garam dan memanfaatkan lokasi tambak garam, memperluas jaringan pemasaran, memaksimalkan pengelolaan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu. Ketiga, tindakan berorientasi pada nilai berupa pertimbangan pekerjaan yang halal, menghargai warisan, dan rasa tanggung jawab kepada keluarga. Keempat ialah tindakan afektif berupa respon perasaan seperti rasa kecewa, marah dan sedih petani garam yang diakibatkan oleh banyaknya garam impor yang masuk sehingga mempengaruhi garam tradisional yang diproduksi petani garam. Tindakan-tindakan sosial yang dilakukan oleh petani garam merupakan faktor yang menyebabkan garam tradisional di Gampong Cebrek masih bertahan hingga sampai sekarangKata Kunci: Praktik Bertani Garam, Tindakan Sosial, Eksistensi