ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui proses tradisi Meudikee Organisasi Muhammadiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam di Desa Kutabuloh II Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan dengan metode studi kasus yang berfokus pada kasus perubahan tradisi maulid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perubahan tradisi ini melalui proses evolusi yaitu mulai dari penerimaan gagasan dan ide mengenai zikir barzanji sehingga agen mulai menciptakan mekanisme mengenai penyelenggaraan zikir barzanji yang baik di bagi desa mereka melalui rapat – rapat. Selain itu adanya keterbukaan masyarakat organisasi Muhammadiyah di Desa Kutabuloh II untuk menghadiri serta mempelajari tradisi meudikee. Keterbukaan ini bisa dilihat pada saat zikir barzanji mulai diterima oleh masyarakat organisasi Muhammadiyah Desa Kutabuloh II terjadilah perubahan kebiasaan masyarakat yaitu dengan latihan zikir kurang lebih 2 bulan sebelum hari peringatan maulid, dan Desa Kutabuloh II mulai terbuka dengan desa – desa lain dalam hal peringatan maulid dengan mengundang desa – desa lain. Kata Kunci : Maulid, Perubahan, Sosial, Tradisi, ZikirABSTRACT The purpose of this study was to determine the process Meudikee Muhammadiyah’s Organization of tradition of the Birthday of the Prophet Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam in Kutabuloh II Village, Meukek District, South Aceh Regency. The research method used is a qualitative method with an approach with a case study method that focuses on cases of changing the Maulid tradition. The results showed that the process of changing this tradition was through an evolutionary process, starting from the acceptance of ideas and ideas regarding barzanji remembrance so that agents began to create mechanisms regarding the implementation of good barzanji remembrance in their villages through meetings. When the barzanji remembrance began to be accepted by the Muhammadiyah community of Kutabuloh II village, there was a change in community habits, namely by practicing remembrance approximately 2 months before the birthday of the birthday, and Kutabuloh II Village began to open up to other villages in terms of birthday celebrations by inviting villages other. Keywords: Mawlid, Change, Social, Tradition, Zikr