Alfarisi Billahsyah
Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETERLIBATAN DAYAH DALAM PERPOLITIKAN PRAKTIS DI ACEH PADA PILEG 2019 (STUDI KASUS DAYAH BUSTANUL HUDA DAN DAYAH TERPADU INSHAFUDDIN) Alfarisi Billahsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDayah adalah lembaga pendidikan seperti yang tertuang dalam Qanun Aceh No 5 tahun 2008 pasal 1 ayat 19 yaitu Dayah berperan dalam memberikan percerdasaan yang berfokus pada pendidikan agama. Dalam UU Pemilu No 7 tahun 2017 pasal 280 ayat 1 huruf h, dimana larangan berkampaye menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. Namun nyatanya Dayah juga terlibat pada perpolitikan Praktis di Aceh pada Pemilihan Legislatif 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi dan Keterlibatan Dayah dalam perpolitikan praktis di Aceh pada Pileg 2019. Untuk meneliti masalah tersebut, penelitian ini menggunakan teori Partisipasi Politik dan teori Kekuasaan. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah dengan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dayah Bustanul Huda dan Dayah Terpadu Inshafuddin dari segi politik turut berkonstribusi dalam memberikan pemahaman terkait dengan nilai-nilai agama kepada para santri ataupun masyarakat di Provinsi Aceh. Pada Pileg 2019, Dayah Bustanul Huda dan Dayah Terpadu Inshafuddin turut berperan dalam politik praktis dengan memberikan izin kepada para caleg yang dekat dengan pimpinan Dayah untuk bersilaturrahmi ke Dayah dan memberikan dukungan kepada caleg yang dirasa oleh pimpinan Dayah tersebut layak untuk dipilih. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa Dayah terlibat secara aktif dalam politik praktis pada Pileg 2019 dengan memberikan dukungan terhadap caleg yang memiliki kedekatan dengan pimpinan Dayah. Dayah sebagai lembaga pendidikan harusnya tidak boleh terlibat dalam politik praktis.Kata Kunci : Dayah, Perpolitikan Praktis, Pemilihan Legislatif 2019ABSTRACTTraditional Islamic Boarding Schools (Dayah) is one of the Islamic education institutions, as regulated in Qanun Aceh Number 5 of 2008 in Article 1 Paragraph 19. Dayah serves as an institution that mainly focuses on providing religious education. Law Number 7 of 2017 in Article 280 Paragraph 1 Letter h concerning election states that state-owned facilities, religious venues, and religious education institutions must be used as campaign sites. However, some Dayah allegedly violated this regulation as they were involved in practical politics in Aceh in the 2019 legislative election. This study attempts to examine the contribution and involvement of Dayah in practical politics in the 2019 legislative election in Aceh. This study follows Political Participation theory and Power theory with a descriptive qualitative approach. The interview was used as the instrument in the data collection. The results revealed that Dayah Bustanul Huda and Dayah Terpadu Inshafuddin contributed to shaping their students’ and people in Aceh’s understanding of religious values. These Islamic educational institutions were involved in practical politics by giving the candidates of the election to visit their place and providing support to the candidates whom the leader thinks is worth choosing. Based on these findings, it can be concluded that Dayah was actively involved in practical politics in the 2019 legislative election by favouring particular candidates who have a connection with the leader of Dayah. Dayah, as an educational institution, must not involve practical politics.Keywords: Dayah, Practical politics, 2019 legislative election