This Author published in this journals
All Journal Kurios
Irene Umbu Lolo
Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Liturgi sebagai aksi solidaritas terhadap kaum marginal: Sebuah diskursus teologis berbasis pengalaman perempuan di Sumba Irene Umbu Lolo
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 2: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i2.575

Abstract

The patriarchal culture of society places women as a marginal group. In Sumba, women who are victims of marriage by abduction experience injustice and oppression. The purpose of this paper is to examine the experiences of women victims of marriage byabduction and to show that the liturgy can symbolize the church's alignment to defend marginal groups in society. The data collection and analysis phase was carried out using descriptive-qualitative methods. The perspective of feminist liturgical theology is the lens used to highlight the experiences of women who are victims of intermarriage. This study finds that the church can show compassion and solidarity towards the marginalized, among others, through liturgical actions.AbstrakKultur masyarakat patriarkal menempatkan perempuan sebagai kelompok marginal. Di Sumba, perempuan korban kawin tangkap mengalami ketidakadilan dan penindasan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji pengalaman perempuan korban kawin tangkap dan menunjukkan bahwa liturgi dapat menjadi simbol keberpihakan gereja untuk membela kelompok marginal dalam masyarakat. Pengumpulan data dan tahap analisis ditempuh dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Perspektif teologi liturgi feminis merupakan lensa yang digunakan dalam rangka menyoroti pengalaman perempuan yang menjadi korban kawin tangkap . Studi ini menemukan bahwa gereja dapat menunjukkan sikap belarasa dan solidaritas terhadap kaum marginal antara lain melalui aksi liturgikal