Syafruddin Syafruddin
SMA Negeri 1 Pekat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui Supervisi Akademik Diskusi Kelompok Terfokus di SMAN 3 Pekat Syafruddin Syafruddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), Edisi Juli - Desember 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v2i2.244

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 3 Pekat tempat peneliti bertugas, ditemukan bahwa kemampuan guru dalam menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) masih belum utuh dan benar.Kinerja guru belum dilandasi cara berfikir, bersikap dan bertindak secara system yaitu menekankan pada perubahan menurut alur input, proses dan output.Kelemahan ini perlu ditingkatkan melalui penelitian tindakan yang terdiri atas dua siklus. Data tentang kemampuan guru dalam menyusun silabus dan RPP dikumpulkan dengan menilai silabus dan RPP tersebut pada kondisi awal dengan Instrumen Penilaian silabus dan RPP yang dikembangkan dalam buku kerja kepala sekolah  setelah diuji coba oleh peneliti. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif. Setelah diskusi kelompok terfokus dilaksanakan selama dua siklus penelitian tersebut ternyata ada peningkatan kemampuan guru menyusun silabus dan RPP sebagai berikut: Nilai rata-rata menyusun silabus pada kondisi awal 61,04 dengan prosentase kelayakan 15,38 %. Siklus I menjadi 64,19 dengan prosentase kelayakan 61, 54 %. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh 67 dengan nilai kelayakan 84,62 %. Total prosentase kenaikan dalam menyusun silabus pada akhir siklus II sebesar 7,69 %.  Kodisi peningkatan juga terjadi pada kemampuan menyusun RPP  yaitu dari kondisi awal sebesar  64,08 dengan prosentase kelayakan 23,08 %. Pada akhir siklus I nilai meningkat menjadi 65,07  dengan prosentase kelayakan 61,54 %. Akhir dari siklus II nilai rata-rata 66,15 , prosentase kelayakan 100 % dengan total kenaikan 7,70 %. Prestasi lain dari hasil penelitian ini adalah terjadinya pergeseran cara berfikir guru dari serba birokratrik, mentalitas instruktif, dan ketergantungan  yang sangat tinggi ke non birokratik, kooperatif, kolaboratif, kreatif dan mandiri.