fandi akhmad
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis alokasi dana desa terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sepatin Di kecamatan anggana kabupaten kutai kartanegara fandi akhmad; Irwan Gani; Siti Amalia
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 4, No 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiem.v4i3.5910

Abstract

ABSTRAKFandiAkhmad, 2019. Analisis Alokasi Dana Desa Menuju Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Sepatin di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dibimbing oleh IrwanGani sebagai dosen pembimbing I dan Ibu SitiAmalia sebagai dosen pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pengalokasian anggaran desa program penganggaran dengan kebutuhan masyarakat dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Sepatin Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan unit analisisnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat berfokus pada implementasi program anggaran dana desa yang dilakukan di Kantor DesaSepatin. Sumber data adalah melalui key informants dan teknik pengumpulan data menggunakan sistem wawancara langsung ke key informants. Tahapan distribusi alokasi dana desa adalah perencanaan, penganggaran, mekanisme pencairan dan distribusi anggaran, penggunaan, pengawasan, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dari dana ADD untuk pemberdayaan masyarakat digunakan untuk biaya operasional pemerintah desa an BPD sehingga penggunaan ADD tidak sesuai dengan peruntukannya. Dalam perencanaan ADD tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan musyawarah desa cukup tinggi. Namun dalam proses penjaringan aspirasi tersebut terkendala dari rendahnya pendidikan masyarakat sehingga aspirasi masyarakat cenderung bersifat pembangunan secara fisik (infrastruktur desa) seharusnya mengutamakan pemberdayaan masyarakat.