Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Behavior Setting Pada Perancangan Gelanggang Olahraga Tipe A Senen Jakarta Pusat Randu Rahmatullah Leonzony; Agung Wahyudi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6921

Abstract

Gelanggang Olahraga (GOR) sebagai fasilitas sosial di kawasan urban padat seperti Senen, Jakarta Pusat, memerlukan pendekatan perancangan yang mempertimbangkan perilaku pengguna secara holistik. Pendekatan Behavior Setting digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji keterkaitan antara elemen fisik dan pola aktivitas dalam desain GOR Tipe A. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi visual. Analisis didasarkan pada delapan elemen utama Behavior Setting: setting fisik, pola perilaku, partisipan tetap, batas waktu, program sosial, kontrol batas, kesesuaian ruang-aktivitas, dan kecocokan perilaku-lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi antara struktur fisik dan struktur perilaku menghasilkan rancangan GOR yang lebih fungsional, inklusif, dan adaptif. Pengelolaan ruang transisi, sirkulasi, dan zonasi aktivitas terbukti mendukung kenyamanan psikologis serta memperkuat interaksi sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain arsitektur berbasis perilaku dalam konteks fasilitas olahraga perkotaan
PENGALAMAN MULTISENSORI DALAM RUANG GALERI SENI RUPA SEBAGAI RUANG PERSEPSI DAN EMOSI Suci Amalia; Agung Wahyudi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur tidak hanya membentuk bangunan secara fisik, tetapi juga membentuk pengalaman ruang yang memengaruhi persepsi dan emosi manusia melalui interaksi inderawi. Pada galeri seni rupa, pengalaman ruang menjadi penting karena pengunjung tidak hanya berinteraksi dengan karya seni, tetapi juga dengan atmosfer ruang. Penelitian ini bertujuan mengkaji pembentukan pengalaman multisensori dalam ruang galeri seni serta peran unsur sensorik dalam memengaruhi persepsi pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek studi Galeri Nasional Indonesia. Metode pengumpulan data meliputi observasi, pengukuran fisik ruang, wawancara semi-terstruktur, serta sensory slider untuk menerjemahkan data numerik ke dalam deskripsi pengalaman. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan kerangka teori multisensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman ruang galeri terbentuk melalui integrasi berbagai indera, dengan visual sebagai elemen dominan yang diperkuat oleh dimensi auditori, termal, dan kinestetik. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan arsitektur berbasis pengalaman dalam perancangan ruang galeri seni.