Faktor pendukung dan penghambat pengembangan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) dapatdiketahui berdasarkan ketersediaan fasilitas fisik dan fasilitas non fisik. Tujuan dari penelitian inimengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam rangka pengembangan kawasan SPR sapipotong di Kabupaten Konawe dan menentukan kecamatan yang layak untuk mengembangkan kawasanSPR sapi potong. Lokasi penelitian adalah daerah Kabupaten Konawe yaitu Kecamatan Amonggedo,Kecamatan Wawotobi, Kecamatan Lambuya dan Kecamatan Puriala, ketersediaan sarana fasilitas fisikdan non fisik yang mendukung dan menghambat yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untukmenguraikan faktor pendukung dan penghambat SPR dari segi ketersediaan fasilitas fisik dan non fisik diKabupaten Konawe. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendukung fasilitas fisik yang tersediaRPH, puskeswan, pos IB, kebun HMT, pabrik/gudang pakan, serta padang penggembalaan dan fasilitasnon fisik yaitu adanya lembaga kemitraan, lembaga keuangan, koperasi dan kebijakan. Faktorpenghambat terbatasnya ketersediaan fasilitas fisik dan non fisik seperti puskeswan, pabrik/gudang pakandan RPH yang hanya ada di Kecamatan Wawotobi serta tidak tersedianya lembaga kemitraan, lembagakeuangan dan koperasi di beberapa kecamatan. Berdasarkan persentase pada setiap kecamatan makaditentukan ketersediaan fasilitas fisik 78% dan non fisik 50%. Wilayah yang menjadi prioritas untukpengembangan kawasan SPR sapi potong di Kabupaten Konawe berturut-turut adalah (1) KecamatanWawotobi, (2) Kecamatan Amonggedo dan Kecamatan Puriala, (3) Kecamatan Lambuya.