Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS STROBERI DI KABUPATEN KARO Khairunnisyah Nasution; Dedi Kusbiantoro; Dian Hendrawan; Nurhayati; Yenny Asbur
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 10 No. 05 (2022): Desember: Ilmu Pertanian
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan agribisnis stroberi di Kabupaten Karo dan merumuskan alternatif strategi yang memungkinkan untuk diterapkan dalam pengembangan agribisnis stroberi di Kabupaten Karo. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan teknik pelaksanaan menggunakan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dan penelitian dilaksanakan di Kabupaten Karo. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis faktor-faktor internal dan eksternal agribisnis untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, (2) matriks SWOT untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan agribisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kekuatan utama dalam pengembangan agribisnis stroberi adalah SDM berpengalaman, dan agroklimat cocok. Kelemahan utamanya adalah permodalan terbatas dan pemasaran menyempit. Peluang pengembangan agribisnis adalah kawasan agrowisata, adopsi teknologi baru dan investasi bisnis pengolahan. Sedangkan ancaman bagi pengembangan agribisnis curah hujan tinggi, fluktuasi harga. (2) Alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agribisnis stroberi di Kabupaten Karo yaitu: meningkatkan fasilitas umum kawasan agrowisata, mengadopsi teknologi screen house dalam budidaya stroberi, mempertahankan harga dan kualitas stroberi untuk menjaga pelanggan, menjajaki peluang pasar baru dan ekspor stroberi, menarik minat investasi swasta dalam bisnis pengolahan.
Analisis Pendapatan Usahatani Kentang Di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo Dian Hendrawan; Dedi Kusbiantoro; Khairunnisyah Nasution; Yenni Asbur; Nurhayati
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v10i2.3809

Abstract

Potatoes are the leading agricultural product in Kabanjahe itself. Under these conditions, Kabanjahe has great potential in terms of agriculture, especially potato plants. The size of a farm's income is influenced by revenue and production costs. However, currently potato farmers in Kabanjahe are faced with a problem, namely the productivity of potatoes that is not yet maximized and the price of potatoes is uncertain, which will affect the productivity and income earned by farmers. This study aims to analyze the income of potato farming. The research was conducted in August 2022. Data analysis used income analysis and R/C ratio analysis. The average income of potato farming in Kaban Village, Kabanjahe District, Karo Regency is Rp. Rp. 29,967,190/ha/MT. The average total cost incurred in potato farming activities is IDR 55,321,810/ha/MT, and the average income in potato farming is IDR 85,289,000/ha/MT. This means that potato farming in Kabanjahe District, Karo Regency is still profitable because farmers' income can still cover the total costs incurred during the production process of the potato farming business.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengembangan Desa Agroekoedutourism Berbasis Ketahanan Iklim di Desa Tumpatan Nibung, Kabupaten Deli Serdang : Pengabdian Nurhayati; Ahyani Ridhayani Lubis; Lucia Dewi Indrayani Manurung; Misnun; Fuad Balatif; Ichfan Zulfansyah; Hafiz Nurdiansyah; Dirhamsyah; Liandra Khairunnisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7080

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, lingkungan, dan kehidupan masyarakat pedesaan. Peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan meningkatnya kerentanan masyarakat desa. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat adalah melalui pengembangan Desa AgroEkoEduTourism berbasis ketahanan iklim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian, lingkungan, pendidikan, dan wisata secara terpadu di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan masyarakat. Peserta kegiatan terdiri atas kelompok tani, pemuda desa, perangkat desa, pengelola BUMDes, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Dosen Fakultas Pertanian UISU, dan beberapa dsoen dari universitas lain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai konsep AgroEkoEduTourism, pertanian berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan strategi adaptasi perubahan iklim. Program ini juga menghasilkan rencana pengembangan kawasan edukasi pertanian, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pembentukan model Living Laboratory berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan mendukung terwujudnya Desa Tumpatan Nibung sebagai model Desa AgroEkoEduTourism berbasis ketahanan iklim yang berkelanjutan.
Perlindungan Hukum Ketenagakerjaan Bagi Petani Terdampak Perubahan Iklim Di Desa Agroekoedutourism Dalam Perspektif Keadilan Iklim: Pengabdian Safrida; Nurhayati; Satrio Joko Wibowo; Sri Hafnida Ritonga; Elisabeth Sitepu; Mhd. Rizwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7296

Abstract

Artikel ini mengkaji persoalan perlindungan hukum ketenagakerjaan bagi petani yang terdampak perubahan iklim di Desa Agroekoedutourism, dengan menempatkan isu tersebut dalam kerangka keadilan iklim (climate justice). Penulis berangkat dari kenyataan bahwa perubahan iklim berupa pergeseran pola curah hujan, kekeringan berkepanjangan, banjir, dan cuaca ekstrem telah mengganggu produktivitas pertanian dan mengancam keberlanjutan pekerjaan petani, sementara regulasi ketenagakerjaan yang ada masih berorientasi pada hubungan kerja formal sehingga belum menjangkau kerentanan khas yang dialami petani. Dengan metode penelitian hukum normatif, artikel ini menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier untuk menilai kesesuaian regulasi yang berlaku dengan prinsip keadilan iklim. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerangka hukum perlindungan ketenagakerjaan bagi petani masih parsial dan sektoral, sehingga penulis merekonstruksi model perlindungan hukum berbasis empat pilar, yaitu pilar preventif, adaptif, sosial, dan partisipatif, guna mewujudkan ketahanan kerja dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
CLIMATE CHANGE AND ITS IMPACT ON AGRICULTURE, HEALTH, PSYCHOLOGY, HUMAN RESOURCE MANAGEMENT, AND FISHERY PRODUCT TECHNOLOGY: A MULTIDISCIPLINARY REVIEW Hafiz Nurdiansyah; Liandra Khairunnisa; Dirhamsyah; Ahyani Ridhayani Lubis; Lucia Dewi Indrayani Manurung; Misnun; Nurhayati
Bulletin of Engineering Science, Technology and Industry Vol. 4 No. 2 (2026): June
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change is one of the greatest global challenges of the 21st century, impacting various aspects of human life. Rising global temperatures, shifting rainfall patterns, increasing extreme weather events, and rising sea levels have significantly impacted public health, psychological well-being, human resource management, and the fisheries industry. This article aims to examine the impacts of climate change in a multidisciplinary manner by integrating the latest research findings. The method used is a literature review through a review of scientific articles, international reports, and policy documents published in recent years. In the health sector, climate change increases the incidence of infectious diseases, heat-related illnesses, malnutrition, and environmental health disorders. From a psychological perspective, people experience increased stress, anxiety, depression, and eco-anxiety due to environmental uncertainty and loss of livelihoods. In human resource management, organizations are required to develop adaptation strategies through capacity building, occupational safety, organizational flexibility, and the development of green competencies. In the fisheries technology sector, climate change affects the quality of raw materials, increases the risk of post-harvest damage, and encourages innovation in processing, packaging, and more efficient cold chain technologies. A multidisciplinary approach is an important strategy in increasing community resilience to climate change.
Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Pelatihan Vermikompos untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Tumpatan Nibung Surya Sevi Wijayanna Lumban Tobing; Munawarah; Nurhayati
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1192

Abstract

Desa Tumpatan Nibung merupakan wilayah agraris yang menghadapi permasalahan limbah jerami padi dan kotoran sapi yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Tani Ternak Sapindo melalui pelatihan vermikompos untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi terhadap peserta yang terdiri atas petani dan masyarakat desa. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran tingkat kemampuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diukur, yaitu pengetahuan dari 46,4% menjadi 97,4%, keterampilan dari 65,8% menjadi 93,8%, sikap dan sosial dari 81,6% menjadi 95,0%, ekonomi dari 78,8% menjadi 92,4%, serta keberlanjutan dari 79,2% menjadi 94,0%. Pelatihan vermikompos terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk bernilai guna serta berpotensi menekan biaya produksi usahatani.
Pengadaan Barang dan Jasa Pupuk Pertanian Mendukung Agroeduekotourism Desa Tumpatan Nibung: Pengabdian Ahmad Fery Tanjung; Nurhayati; Dirhamsyah; Hafiz Nurdiansyah; Ronald Hasudungan Sianturi; Cia Cai Cen; Liandra Khairunissa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4939

Abstract

Agroeduekotourism melalui pengadaan barang dan jasa berupa pupuk pertanian yang tepat guna dan ramah lingkungan di Desa Tumpatan Nibung. Desa ini memiliki potensi pertanian dan wisata edukatif yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan sarana produksi pertanian, khususnya pupuk yang berkualitas dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan identifikasi kebutuhan petani, perencanaan dan pengadaan pupuk, distribusi pupuk kepada kelompok tani, serta pendampingan penggunaan pupuk ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani dan perangkat desa sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan pupuk yang terencana mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta memperbaiki pengelolaan lahan pertanian. Selain itu, kegiatan pendampingan meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Peningkatan kualitas lahan dan tanaman juga memberikan nilai tambah sebagai sarana edukasi dan daya tarik wisata berbasis pertanian, sehingga mendukung pengembangan agroeduekotourism. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata edukatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pengadaan Barang dan Jasa Pupuk Pertanian Mendukung Agroeduekotourism Desa Tumpatan Nibung: Pengabdian Ahmad Fery Tanjung; Nurhayati; Dirhamsyah; Hafiz Nurdiansyah; Ronald Hasudungan Sianturi; Cia Cai Cen; Liandra Khairunnisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4984

Abstract

agroeduekotourism melalui pengadaan barang dan jasa berupa pupuk pertanian yang tepat guna dan ramah lingkungan di Desa Tumpatan Nibung. Desa ini memiliki potensi pertanian dan wisata edukatif yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan sarana produksi pertanian, khususnya pupuk yang berkualitas dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan identifikasi kebutuhan petani, perencanaan dan pengadaan pupuk, distribusi pupuk kepada kelompok tani, serta pendampingan penggunaan pupuk ramah lingkungan. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani dan perangkat desa sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan pupuk yang terencana mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta memperbaiki pengelolaan lahan pertanian. Selain itu, kegiatan pendampingan meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Peningkatan kualitas lahan dan tanaman juga memberikan nilai tambah sebagai sarana edukasi dan daya tarik wisata berbasis pertanian, sehingga mendukung pengembangan agroeduekotourism. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata edukatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Swakelola untuk Mendukung Desa Tumpatan Nibung sebagai Desa Agroekoedutorism: Pengabdian Ronald Hasudungan Sianturi; Ridha Haykal; Nurhayati; Elisabeth Sitepu; Hafiz Nurdiansyah; Ahmad Feri Tanjung; Muhammad Rizwan; Liandra Khairunnisa; Satrio Joko Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4985

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Desa Tumpatan Nibung sebagai desa Agroekoedutorism melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa secara swakelola. Pendekatan swakelola dipilih untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Desa Tumpatan Nibung dengan melibatkan Kelompok Tani Agro Saka Milenial sebagai peserta utama serta didukung oleh Yayasan Cendekia Hijau Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan kebutuhan, pelaksanaan pengadaan berbasis masyarakat, pendampingan teknis dan administratif, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan melalui swakelola mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani, memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program pembangunan, serta menyediakan sarana pendukung pertanian, edukasi, dan wisata agro yang berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi model pengadaan partisipatif yang dapat diterapkan di wilayah pedesaan lainnya.
SUBOPTIMAL LAND MANAGEMENT TO INCREASE RICE PRODUCTIVITY Ali Jamil; Nurhayati
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 6 No. 5 (2026): October (ON-PROGRESS)
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21805773

Abstract

Suboptimal land is a strategic resource with great potential to support increased rice production in Indonesia amidst the increasingly limited area of productive rice fields due to land conversion, environmental degradation, and the pressures of climate change. This land includes acidic drylands (Ultisols and Oxisols), tidal swamps, lowlands, peatlands, saline lands, and other marginal lands that face various constraints, such as high acidity levels, low soil fertility, aluminum (Al) and iron (Fe) poisoning, salinity, and limited water availability. Various research results published in accredited national journals and reputable international journals show that rice productivity on suboptimal land can be increased through the implementation of integrated land management. These strategies include the use of ameliorants such as lime, dolomite, biochar, and gypsum to improve soil chemical properties, the addition of organic matter to improve the physical and biological quality of the soil, the application of balanced fertilization based on location specific, the use of rice varieties adaptive to environmental stress, efficient water management, and the use of biofertilizers and functional microorganisms to increase nutrient uptake efficiency. In addition, the development of sensor-based precision agriculture technology, the Internet of Things (IoT), remote sensing, drones, and artificial intelligence ( AI ) opens up new opportunities for more effective and sustainable land management. This review article aims to synthesize the results of recent research on suboptimal land management to increase rice productivity, identify research gaps , and formulate directions for the development of technology that is adaptive to climate change. The results of the study indicate that the application of integrated management technology can increase rice productivity, improve soil quality, increase input efficiency, and support the creation of a sustainable and climate-resilient rice production system.