Salah satu pengawet sintesis yang paling berbahaya pada tubuh apabila dikosumsi dengan jangka panjang adalah boraks. Senyawa boraks merupakan zat yang bersifat kalsinogenik dan sangat beracun bagi sel.Sel darah putih (Leukosit) adalah salah satu bagian terpenting terhadap unit sistem pertahanan tubuh yang berfungsi untuk melawan mikroorganisme dalamtubuh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemberian boraks berpengaruh terhadap jumlah leukosit darah tikus. Adapun metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah K (-) : - Diberi aqudest selama 14 hari ,K (+) : - Hari ke 1-14 diinduksi boraks 2 ml ,P 1 : - Hari ke 1-14 diinduksi boraks 2 ml + ekstrak etanol andaliman 300 mg ,P 2 : - Hari ke 1-14 diinduksi boraks 2 ml + ekstrak etanol andaliman 450 mg ,pembuatan kadar induksi boraks dan pembuatan ekstrak andaliman. Analisis data dengan one way Anova yang kemudian uji lanjut Duncan. Dari hasil uji yang telah dilakukan bahwa pada leukosit, neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil tidak berpengaruh nyata terhadap boraks yang telah dilakukan pada tikus tersebut. Pada leukosit sig p=0.07(p>0.05), neutrofil sig p=0.308 (p>0.05), limfosit sig p=0.035 (p>0.05), monoit sig p=0.266 (p>0.05), eosinofil sig p=0.317 (p>0.05), dan basofil sig p=0.130 (p>0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian boraks terhadap tikus (Rattus novergicus) dengan dosis 2ml/ekor perhari dapat mempengaruhi peningkatan dan penurunan pada leukosit total dan leukosit jenis. Pemberian ekstrak andaliman tidak berpengaruh terhadap jumlah leukosit, hal ini dapat terlihat dari hasil rerata yang di dapat bahwa ekstrak andaliman tidak dapat mempengaruhi boraks yang bersinggungan dengan jumlah leukosit pada P1 dan P2. Sehingga dapat dikatakan bahwa hanya kecil pengaruh ekstrak andaliman mengobati sel darah putih yang terpapar oleh boraks.