Tesa Gita Rinanda
Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Remaja dan Literasi Media Sosial Tesa Gita Rinanda; Fatmawati Moekahar
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 2, Desember 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i2.1076

Abstract

Abstract. This study aims to describe teenager’s media literacy in Pekan baru through the 'Twitter Please Do Your Magic' movement on Twitter. Media literacy is a person's ability to create, digest, and analyze information received through social media. In this movement, it is necessary to wisely read the message conveyed because it has the potential to provide hoax messages. Researchers used descriptive qualitative methods by conducting in-depth interviews with 6 informants whose criteria had been determined through purposive sampling, and direct observations on Twitter social media, especially on the base of the 'Twitter Please Do Your Magic' movement. The results of the research show that the 'Twitter please do your magic' movement is a movement created for a noble purpose, but in this movement there are also individuals who use this movement to commit crimes such as fraud or just to make the content viral. To respond to this, the informant admitted that he needed qualified media literacy skills in using social media and digesting information obtained through social media. Informant not only knows basic information about the 'Twitter please do your magic' movement, but the informant has followed, implemented the function of the movement as a form of positive social movement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi media remaja di Pekanbaru melalui gerakan ‘Twitter Please Do Your Magic’ di Twitter. Literasi media merupakan kemampuan seseorang dalam membuat, mencerna, dan menganalisis informasi yang diterima melalui media sosial. Pada gerakan ini diperlukan bijak membaca pesan yang disampaikan karena berpotensi memberikan pesan hoaks. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara melakukan wawancara mendalam dengan 6 orang informan yang telah ditentukan kriterianya melalui purposive sampling, dan melakukan observasi langsung pada media sosial Twitter khususnya pada base gerakan ‘Twitter Please Do Your Magic’. Hasi penelitian menunjukan bahwa gerakan ‘Twitter please do your magic’ merupakan gerakan yang dibuat untuk tujuan mulia namun pada gerakan ini juga ditemukan oknum-oknum yang menggunakan gerakan ini untuk melakukan tindak kriminal seperti penipuan atau hanya sekedar men-viralkan konten yang dibuat. Untuk menanggapi hal tersebut informan mengaku memerlukan kemampuan literasi media yang mumpuni dalam menggunakan media sosial dan mencerna informasi-informasi yang diperoleh melalui media sosial. informan tidak hanya mengetahui informasi mendasar tentang gerakan ‘Twitter please do your magic’, tetapi informan telah mengikuti, menerapkan fungsi gerakan tersebut sebagai bentuk gerakan sosial yang positif.
Remaja dan Literasi Media Sosial Tesa Gita Rinanda; Fatmawati Moekahar
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 2, Desember 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i2.1076

Abstract

Abstract. This study aims to describe teenager’s media literacy in Pekan baru through the 'Twitter Please Do Your Magic' movement on Twitter. Media literacy is a person's ability to create, digest, and analyze information received through social media. In this movement, it is necessary to wisely read the message conveyed because it has the potential to provide hoax messages. Researchers used descriptive qualitative methods by conducting in-depth interviews with 6 informants whose criteria had been determined through purposive sampling, and direct observations on Twitter social media, especially on the base of the 'Twitter Please Do Your Magic' movement. The results of the research show that the 'Twitter please do your magic' movement is a movement created for a noble purpose, but in this movement there are also individuals who use this movement to commit crimes such as fraud or just to make the content viral. To respond to this, the informant admitted that he needed qualified media literacy skills in using social media and digesting information obtained through social media. Informant not only knows basic information about the 'Twitter please do your magic' movement, but the informant has followed, implemented the function of the movement as a form of positive social movement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi media remaja di Pekanbaru melalui gerakan ‘Twitter Please Do Your Magic’ di Twitter. Literasi media merupakan kemampuan seseorang dalam membuat, mencerna, dan menganalisis informasi yang diterima melalui media sosial. Pada gerakan ini diperlukan bijak membaca pesan yang disampaikan karena berpotensi memberikan pesan hoaks. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara melakukan wawancara mendalam dengan 6 orang informan yang telah ditentukan kriterianya melalui purposive sampling, dan melakukan observasi langsung pada media sosial Twitter khususnya pada base gerakan ‘Twitter Please Do Your Magic’. Hasi penelitian menunjukan bahwa gerakan ‘Twitter please do your magic’ merupakan gerakan yang dibuat untuk tujuan mulia namun pada gerakan ini juga ditemukan oknum-oknum yang menggunakan gerakan ini untuk melakukan tindak kriminal seperti penipuan atau hanya sekedar men-viralkan konten yang dibuat. Untuk menanggapi hal tersebut informan mengaku memerlukan kemampuan literasi media yang mumpuni dalam menggunakan media sosial dan mencerna informasi-informasi yang diperoleh melalui media sosial. informan tidak hanya mengetahui informasi mendasar tentang gerakan ‘Twitter please do your magic’, tetapi informan telah mengikuti, menerapkan fungsi gerakan tersebut sebagai bentuk gerakan sosial yang positif.