The Sociology of Risk is one of the concepts used to analyze the current state of a global society. The development of risk theory has changed in recent decades. However, there is room for sociological criticism in which the concept of risk society must open up to the opportunities and possibilities of discursive debates after long period of industrial revolution to the recent issues of Anthropocene. Based on qualitative research through literature studies and conceptual-philosophical approaches, this article argues that risk governance is one of the challenges to developing the sociological discourse, especially when the community faces ecological disasters. In a later stage, it can realize the possibility of the world of many worlds, and praxis develops into a way of looking at the future of world which is increasingly eroded by the challenges of ecological crisis.Sosiologi Risiko menjadi salah satu konsep yang digunakan untuk menganalisis kondisi masyarakat global saat ini. Perkembangan dan pemikiran teori risiko sendiri telah mengalami perubahan dalam beberapa dekade terakhir. Akan tetapi, terdapat ruang kritik sosiologis bahwa konsep masyarakat risiko harus membuka peluang terhadap risiko yang sejatinya telah berkelindan bahkan sebelum revolusi industri sekalipun dengan cara melibatkan diskursus Antroposen. Berbasis pada penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan dan pendekatan konseptual-filosofis, artikel ini berargumen bahwa tata kelola sosial risiko menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi perkembangan diskursus Sosiologi. Terutama ketika masyarakat dunia menghadapi krisis risiko ekologi global. Sehingga pada tahap selanjutnya dapat mewujudkan kemungkinan the world of many worlds dan secara praksis berkembang menjadi cara pandang untuk masa depan dunia yang semakin tererosi dengan tantangan krisis ekologi.