Tanaman bawang merah jarang dibudidayakan di dataran rendah Karawang. Produksi bawang merah terbesar yaitu berasal dari luar Kabupaten Karawang. Adanya potensi untuk mandapatkan varietas unggul baru yaitu dengan cara mengkarakterisasi keragaman genetik beberapa aksesi bawang merah di dataran rendah. Pemuliaan tanaman dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki sifat tanaman, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Untuk itu perlu adanya pengujian untuk mengetahui keragaman genetik beberapa aksesi tanaman bawang merah (Allium cepa L) yang ditanam di dataran rendah. Dengan mencari keragaman genetik melalui karakterisasi, juga akan didapatkan korelasi antar karakter tanaman untuk proses seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antar karakter delapan aksesi bawang merah yang ditanam di dataran rendah. Penelitian ini dilakukan di Screen House Lahan Baru UNSIKA di Desa Pasir Jengkol, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, pada bulan Januari 2022 sampai dengan Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 aksesi tanaman bawang merah yang terdiri dari aksesi Lokal Karawang(LK), aksesi Dayak(DY), aksesi Bauji(BJ), aksesi Sukomoro(SK), aksesi Weleri(WL), aksesi Sumenep(SM), aksesi Biru Lancor(BL), dan aksesi Batu(BT). Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian dilakukan analisis berdasarkan tipe koefisien korelasi pearson (n-1). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi positif dan negatif pada setiap karakter. Karakter banyak daun dengan karakter jumlah anakan per rumpun memiliki korelasi tertinggi positif tertinggi dengan nilai 0,835. Sedangkan karakter yang berkorelasi negatif terdapat pada karakter banyak daun yang berkorelasi dengan karakter ketebalan kulit umbi yaitu -0,681 dan tinggi umbi -0,662.