Pakchoy (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis sayuran yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan pasar tidak sebanding dengan tingkat produksi pakcoy yang tergolong relatif rendah. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor penghambat, salah satunya konversi lahan pertanian dalam skala besar yang berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Penggunaan bahan-bahan kimia dalam proses budidaya tanaman dapat menyebabkan kualitas tanah dan hasil produksi cenderung tidak baik. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah penggunaan komposisi media tanam organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dengan menggunakan sistem pertanian vertikultur. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian kompos ampas teh dan biochar sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi pakchoy. Penelitian dilakukan di greenhouse dan Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro pada Februari – Mei 2022. Rancangan percobaan menggunakan faktorial 4 x 4 dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 kelompok. Faktor pertama yaitu dosis kompos ampas teh (0 g, 150 g, 300 g, 450 g). Faktor kedua yaitu dosis biochar sekam padi (0 g, 40 g, 80 g, 120 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis kompos ampas teh berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dan dosis biochar sekam padi berpengaruh nyata pada luas daun dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa campuran media tanam kompos ampas teh dengan dosis 150 g dan tanpa biochar sekam padi sudah mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman pakchoy pada sistem vertikultur.