Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN KETERAMPILAN BERTANYA MELALUI WORKSHOP Torangi Siburian
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 2 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jpips.v3i2.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Keterampilan Bertanya melalui workshop di SMP Negeri 4 Pancur Batu, SMP Bhakti Bangsa dan SMP Valentine. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Pancur Batu, SMP Bhakti Bangsa dan SMP Valentine Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 30 guru guru.Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan Keterampilan Bertanya dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Keterampilan Bertanya. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan Keterampilan Bertanya pada siklus I pada proses pembelajaran di kelas sudah diterapkan oleh 14 (70,0%) guru dan pada siklus II meningkat menjadi 17 (85,0%) guru yang mampu menerapkan Keterampilan Bertanya pada proses pembelajaran didalam kelas. Hal ini berarti terjadi peningkatan jumlah guru yang menerapkan Keterampilan Bertanya sebanyak 3 orang guru (15%). (2) Jumlah guru yang tidak mampu menerapkan Keterampilan Bertanya berkurang dengan hasil bahwa pada siklus I terdapat 6 (30,0 %) guru yang belum mampu menerapkan Keterampilan Bertanya namun pada Siklus II menurun menjadi 3 (15,0%) guru yang belum mampu menerapkan Keterampilan Bertanya secara utuh. (3) Kompetensi Profesional guru dalam menerapkan Keterampilan Bertanya dapat ditingkatkan melalui Workshop.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENYUSUN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL KURIKULUM 2013 MELALUI WORKSHOP Torangi Siburian
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menyusun kriteria ketuntasan minimal melalui workshop di SMP Negeri 4 Pancur Batu Satu Atap, SMP Swasta Bhakti Bangsa dan SMP Swasta Valentine pada tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi.Subyek dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Pancur Batu Satu Atap, SMP Swasta Bhakti Bangsa dan SMP Swasta Valentine. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, kesioner,wawancara dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pehitungn persen jumlah guru yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 dan yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal dari 30 orang guru, baru 21 (70,0%) guru yang mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 26 (86,67%) guru yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menyusun KKM kurikulum 2013, dari 30 orang guru, terdapat 9 (30,0%) guru belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 menjadi 4 (13,33%) guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 secara baik; (3) Kompetensi profesional guru dalam menyusun KKM Kurikulum 2013 dapat ditingkatkan melalui workshop.