ABSTRAK Dewasa ini dunia kampus dituntut untuk menghasilkan lulusan yang ungul dalam dunia akademis dan juga diharapkan memiliki jiwa enterprener yang baik sehingga mereka bisa mengembangkan diri dalam meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK menghasilkan wirausahawan muda yang mandiri berbasis teknologi melalui program yang terintegrasi dengan melibatkan dosen, narasumber, mahasiswa dan alumni. Metode yang digunakan dalam PPK ini adalah pemberdayaan dan partsisipasi peserta dengan prinsip berkelanjutan dan transformasi kegiatan menuju pada perubahan ke arah jiwa enterpreneurship. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan terhadap 16 peserta (mahasiswa aktif sebanyak 12 dan alumni 4 orang) menunjukkan ada peningkatan pengetahuan bidang kewirausahaan rata rata sebelum pelatihan sebesar 41,3 % dan setelah pelatihan rata rata 67,18 %, dengan rata rata selisih 29,18 %, disamping itu menghasilkan sebanyak 6 peserta telah memiliki usaha dan sudah berjalan, sementara 6 peserta masih merintis dan 4 orang lain lagi masih dalam proses pengambilan keputusan. Kesimpulan kegiatan PPK di Kampus meningkatkan pemahman kewirausahaan dan menghasilkan wirausahawan baru dan mengembangkan wirausaha pada mahasiwa dan alumni. Saran kegiatan perlu pelibatan berbagai sector. kata kunci: pemberdayaan; kewirausahaan; kampus; teknologi ABSTRACT Nowadays the campus world is required to produce excellent graduates in academia and are also expected to have a good entrepreneurial spirit of improving their health. The Entrepreneurship Development Program (PPK) aims at the Karawang Midwifery Study Program to produce young, technology-based independent entrepreneurs through an integrated program involving lecturers, resource persons, students and alums. The method used in this PPK is the empowerment and participation of participants with sustainable principles and the transformation of activities towards a change in the spirit of entrepreneurship. The results of entrepreneurship training and mentoring activities for 16 participants (12 active students and four alumni) show an average increase in knowledge in the field of entrepreneurship before training by 41.3%. After training, an average of 67.18%, with an average difference of 29. 18%; besides that, 6 participants already have a business and are running, while 6 participants are still pioneering, and four others are still in the decision-making process. Conclusion PPK activities in the Karawang Midwifery Study Program increase entrepreneur knowledge, produce new entrepreneurs and develop entrepreneurship for students and alums. Recommendations need to involve a variety of sectors. Keywords: empowerment; entrepreneurship; campus; technology