Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGOLAHAN DAN PENJERNIHAN AIR UNTUK PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN MENGGUNAKAN MESIN FILTER UV Farida Pulansari; Endang Pudji Widjajati; Isna Nugraha; Ahmad Bayu Laksono; Adinda Laksmi Pratiwi; Apridio Faiz An Nabil
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10627

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu sumber daya alam dengan jumlah yang tidak akan pernah habis. Air untuk keperluan minum merupakan kebutuhan vital yang tidak memiliki substitusi atau pengganti. Sumber mata air yang bersih dan melimpah pada Desa Kembangbelor sebelumnya telah dikelola dengan baik oleh pelayanan KPSPAM Kembangbelor, dimana selama ini desa hanya menjual air yang telah difiltrasi secara alami ke depo atau perusahaan yang membutuhkan. Permasalahan yang terjadi adalah belum adanya kegiatan pengelolaan air minum dalam kemasan atau air minum isi ulang yang dikelola pihak desa sendiri. Dengan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) atau air minum isi ulang, tentunya dapat menambah pendapatan desa. Maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk menyelesaian masalah melalui diversifikasi hasil pengolahan dan penjernihan air bersih menjadi air minum kemasan melalui teknologi tepat guna alat penjernihan air, pengadaan alat filter air ozonasi dan sinar UV, pendampingan dan sosialisasi pengoperasian alat kerja, sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan desa. Tahap yang dilakukan dalam memproduksi air minum dalam kemasan adalah dengan mengumpulkan air dari mata air ke dalam sebuah bak penampungan, kemudian air dari bak penampungan tersebut dimasukkan kedalam mesin penjernihan air. Selanjutnya dilakukan proses penyaringan sebanyak 3 tahap yakni proses prefilterisasi, filterisasi dengan karbon aktif, dan mikro filter, setelah air minum melalui proses penyaringan selanjutnya dilakukan proses disinfeksi, selanjutnya wadah kemasan air minum dicuci dan disanitasi, kemudian air minum tersebut diisi kedalam wadah kemasan dan dilanjutkan dengan proses pengepakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu pengadaan teknologi mesin UV filter dan produk air minum dalam kemasan merek AMDK "Amerta". Kata kunci: air; pengolahan; penjernihan; AMDK; UV filter. ABSTRACTWater is one of the natural resources with an amount that will never run out. Water for drinking purposes is a vital need that has no substitute or replacement. Clean and abundant springs in Kembangbelor Village had previously been well managed by the Kembangbelor KPSPAM service, where so far the village only sold naturally filtered water to depots or companies that needed it. The problem that occurs is that there are no bottled water management activities or refill drinking water managed by the village itself. By producing bottled drinking water (AMDK) or refill drinking water, of course it can increase village income. So the purpose of this community service activity is to solve the problem through diversifying the results of processing and purifying clean water into bottled drinking water through appropriate technology for water purification equipment, procurement of ozonated water filters and UV light, assistance and socialization of the operation of work tools, so that it is hoped that this will increase village income. The stage in producing bottled drinking water is to collect water from a spring into a holding tank, then the water from the holding tank is fed into a water purification machine. Furthermore, a three-stage filtering process is carried out, namely the pre-filterization process, filterization with activated carbon, and micro-filter, after the drinking water has gone through the filtering process, then the disinfection process is carried out, then the drinking water packaging containers are washed and sanitized, then the drinking water is filled into packaged containers and continued with the packing process. The result of this community service activity is the procurement of UV filter machine technology and bottled drinking water products with the "Amerta" AMDK brand. Keywords: water; processing; purification; AMDK; UV filtere.
Pelatihan pembuatan sustainable packaging kemasan tepung mangrove untuk meningkatkan green environment pada masyarakat Kebun Raya Mangrove Surabaya Yekti Condro Winursito; Nur Rahmawati; Isna Nugraha; Rayhan Fatur Maulana; Gilang Ramadhan; Friska Aryanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29829

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengemasan berkelanjutan melalui pelatihan pembuatan kemasan ramah lingkungan untuk produk tepung mangrove. Program ini dilaksanakan di UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai bentuk inovasi desain kemasan yang mendukung pelestarian lingkungan. Sosialisasi dilakukan kepada 30 peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar dengan didampingi pegawai UPTD. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu sosialisasi yang melibatkan 30 peserta dari mitra UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya. Adapun kegiatan sosialisasi meliputi koordinasi awal, sosialisasi kepada masyarakat, dan evaluasi terhadap kegiatan ini dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta serta survei kepuasan guna menilai efektivitas metode yang diterapkan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pemanfaatan kemasan ramah lingkungan, seperti pengurangan limbah plastik, hilangnya sumber daya, dan peningkatan kesadaran lingkungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa desain kemasan ramah lingkungan untuk tepung mangrove dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung lingkungan hijau dan meningkatkan citra produk. Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya, yang berharap inisiatif ini dapat terus berlanjut sehingga dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung keberlangsungan lingkungan di berbagai sektor. Kata kunci: kemasan berkelanjutan; kemasan ramah lingkungan; lingkungan hijau; tepung bakau. AbstractThis community service activity aims to increase public awareness and knowledge about sustainable packaging through training in making environmentally friendly packaging for mangrove flour products. This program was carried out at UPTD Mangrove Botanical Garden Surabaya as a form of packaging design innovation that supports environmental conservation. The socialization was conducted to 30 participants consisting of the surrounding community accompanied by UPTD employees. The implementation method used was socialization involving 30 participants from UPTD Mangrove Botanical Garden Surabaya partners. The socialization activities include initial coordination, socialization to the community, and evaluation of this activity through pre-test and post-test to measure the increase in participants' understanding and satisfaction survey to assess the effectiveness of the methods applied. The evaluation results showed an increase in participants' understanding and skills after participating in this activity, which is expected to have a positive impact on the utilization of environmentally friendly packaging, such as reducing plastic waste, loss of resources, and increasing environmental awareness. The results of this activity show that environmentally friendly packaging design for mangrove flour can be an innovative solution in supporting a green environment and improving product image. This activity received positive appreciation from UPTD Kebun Raya Mangrove Surabaya, who hopes that this initiative can continue so that it can be applied more broadly to support environmental sustainability in various sectors. Keywords: eco-friendly packaging; green environment; mangrove flour; sustainable packaging.
Pelatihan pengolahan tepung mangrove kepada pengelola dan masyarakat Sekitar Kebun Raya Mangrove Surabaya Jariyah Jariyah; Isna Nugraha; Hadi Munarko; Gilang Ramadhan; Friska Aryanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29841

Abstract

AbstrakKebun Raya Mangrove Surabaya merupakan kawasan ekowisata yang memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat setempat. Salah satu produk yang dapat dikembangkan dari kawasan ini adalah tepung pedada (Sonneratia Caseolaris), yang memiliki kandungan bioaktif dengan manfaat kesehatan. Namun, metode pengolahan tradisional yang masih digunakan menyebabkan penurunan kandungan fungsional dalam tepung serta rendahnya nilai jual produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan tepung pedada yang lebih efisien dan berkualitas. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan praktis, dengan melibatkan 30 peserta. Sebelum pelatihan, dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal, yang menunjukkan bahwa hanya 9 orang (30%) memahami proses pengolahan tepung pedada, sementara 21 orang (70%) belum memahami. Selama pelatihan, peserta diberikan materi mengenai manfaat tepung pedada, teknik pemilihan bahan baku, serta proses pengeringan menggunakan alat pengering kabinet. Evaluasi dilakukan melalui post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan 27 orang (90%) telah memahami konsep pengolahan tepung pedada, sedangkan 3 orang (10%) masih belum sepenuhnya memahami. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan. Selain itu, metode yang diterapkan terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan awal peserta. Diharapkan, peningkatan keterampilan ini tidak hanya berdampak pada kualitas produk yang lebih baik dan peningkatan nilai jual tepung pedada, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Kata kunci: mangrove; pedada; pengabdian masyarakat; teknologi pengeringan; tepung. AbstractThe Mangrove Botanical Garden of Surabaya holds great potential as an ecotourism area to support environmental sustainability and the local economy. One of the potential products from this area is the pedada fruit (Sonneratia caseolaris), which is known to contain bioactive compounds with health benefits. However, traditional processing methods used by the local community often reduce the functional components in pedada flour. Therefore, this activity aims to provide training on pedada flour processing technology to the managers and the surrounding community of the Mangrove Botanical Garden of Surabaya. In this training, 30 participants were involved, utilizing a cabinet dryer to retain the bioactive components in the resulting pedada flour. The results of this training showed an increase in participants’ understanding of the quality pedada flour processing, which positively impacts the economic value and sustainability of the product. This program is expected to not only improve the income of the local community but also contribute to preserving the mangrove forest in the area through the development of sustainable and environmentally friendly local products. Keywords: community empowerment; drying technology; flour; mangroves; pedada.