Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Webinar Kesehatan Mental “Menghadapi Quarter Life Crisis” Sebagai Upaya Meningkatkan Mental Health Awareness pada Remaja Bagas Rahmatullah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i8.463

Abstract

Mental health is an important aspect in human beings. The prevalence of anxiety disorders in adolescents around the world is around 20.5%, while depression is around 25.2% worldwide (Racine et al., 2021). According to Robbins and Wilner (2001) there are other problems that teenagers often experience, namely the Quarter Life Crisis phenomenon, which is a condition where adolescents begin to feel indecisive in making decisions, worry about their interpersonal relationships, feel anxious about the future, feel pressured by the situation, judgments emerge. negative self, and feeling hopeless. Kampuskoe is collaborating with researchers to hold an activity to jointly provide education about mental health in adolescents. This activity involved 128 participants. All participants were satisfied in participating in all existing activities. In the future, this kind of activity can be carried out with a larger number of participants so that more youth will gain an understanding of mental health.
Pengabdian Masyarakat Melalui Pendirian Layanan Konseling Daring dan Psikoedukasi di Media Sosial Bagas Rahmatullah; Ousama El Fatha Kusnandar; Natalia Sitinjak; Emya Pepayosa; Reeza Juwita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.244 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11602

Abstract

Kesehatan mental merupakan unsur penting dalam pembangunan manusia, WHO mendefinisikan bahwa manusia yang berdaya, mampu mengatasi tekanan dalam hidupnya, dan mampu berkontribusi dalam komunitas nya merupakan ciri dari manusia yang sehat secara mental. Namun permasalahan mengenai pemerataan layanan kesehatan mental, aksesibilitas terhadap layanan kesehatan mental, dan biaya layanan kesehatan mental masih menjadi permasalahan. Melalui pendirian CV. Berbagi Cerita Indonesia berusaha menyediakan layanan konseling gratis dan melakukan psikoedukasi melalui media sosial. Dalam penelitian ini disajikan data pengguna layanan konseling per tahun dan data interaksi followers media sosial CV. Berbagi Cerita Indonesia. Peneliti berharap agar program semacam ini dapat dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak pengguna sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan mental dan meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai kesehatan mental.