Umumnya manusia memiliki rentang perhatian terhadap sesuatu dalam durasi yang sangat terbatas yang berakibat kepada potensi beralihkannya focus dan perhatian peserta pada pelatihan daring (online). Kejenuhan atau kehilangan fokus dalam sebuah proses pelatihan, tidak terlepas dari proses komunikasi yang berlangsung. Penelitian ini berfokus pada pelatihan daring dengan metode synchronous perspektif Psikologi Komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan manfaat virtual ice breaking pada pelatihan daring berdasarkan perspektif psikologi komunikasi dalam membangun sensasi dan persepsi peserta pelatihan daring guna menciptakan efektivitas komunikasi sesuai harapan. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan kajian pustaka. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Pembawaan Diri oleh Erving Goffman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas virtual ice breaking dapat memberikan manfaat kepada peserta pelatihan daring bukan hanya sebagai pelengkap namun juga pendukung terciptanya situasi pelatihan menjadi menyenangkan, lebih  cair, dan berkesan bagi  audiens meski tidak berada dalam sebuah lokasi yang sama. Virtual Ice Breaking mampu menarik perhatian, menghibur, refreshing dan rileksasi, membangun teamwork yang solid, menyampaikan informasi dan persuasif, media saling mengenal satu sama lain, memfasilitasi serta memanfaatkan waktu yang tersedia. Improvisasi, kreativitas, pemilihan diksi serta penggunaan bahasa tubuh yang tepat sangat membantu seorang ice breaker, trainer, maupun fasilitator dalam menciptakan komunikasi instruksional yang efektif sehingga manfaat dari virtual ice breaking dirasakan oleh semua peserta.