Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) PT TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (TASPEN PERSERO) KANTOR CABANG DEPOK DALAM MEMPERTAHANKAN KEPUASAN PESERTA DI ERA PANDEMI COVID-19 Rosanah Rosanah; Reza Kurniawan
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia membuat Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang pembatasan mobilitas masyarakat seperti Social Distancing dan Physical Distancing untuk membatasi penularan Corona Virus. Merespon kondisi ini, PT TASPEN (Persero) membuat kebijakan untuk meniadakan pelayanan tatap muka kepada Aparat Sipil Negara (ASN) sebagai pelanggan atau disebut peserta. Serta, beralih ke pelayanan berbasis digitalisasi serta dropbox. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui strategi Customer Relationship Management (CRM) PT TASPEN (Persero) Cabang Depok dalam mempertahankan kepuasan peserta di masa pandemi covid-19. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT TASPEN (Persero) cabang Depok dalam menghadapi pandemi Covid-19 dalam memberikan pelayanan kepada customer dilakukan melalui pelayanan Digitalisasi dan dropbox, diantaranya; memberikan klaim secara otomatis melalui Taspen One Stop Service (TOSS), Taspen Care, dan Otentikasi. Upaya menciptakan kepuasan peserta, PT TASPEN (Persero) cabang Depok melayani customer sesuai dengan tagline terbarunya “Andal Melayani”, artinya; Pelayanan Taspen ASN merupakan yang terbaik dan terpercaya. Hal ini dilakukan diantaranya dengan cara memberikan pelayanan cepat dan mudah, menangani komplain dengan baik, serta memberikan pelayanan melebihi dari harapan peserta.
VIRTUAL ICE BREAKING PADA PELATIHAN ONLINE METODE SYNCRONOUS; PERSPEKTIF PSIKOLOGI KOMUNIKASI Rosanah Rosanah; Adi Waluyo
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2022 Transisi Global dalam Mencapai SDGs 2030
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya manusia memiliki rentang perhatian terhadap sesuatu dalam durasi yang sangat terbatas yang berakibat kepada potensi beralihkannya focus dan perhatian peserta pada pelatihan daring (online). Kejenuhan atau kehilangan fokus dalam sebuah proses pelatihan, tidak terlepas dari proses komunikasi yang berlangsung. Penelitian ini berfokus pada pelatihan daring dengan metode synchronous perspektif Psikologi Komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan manfaat virtual ice breaking pada pelatihan daring berdasarkan perspektif psikologi komunikasi dalam membangun sensasi dan persepsi peserta pelatihan daring guna menciptakan efektivitas komunikasi sesuai harapan. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan kajian pustaka. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Pembawaan Diri oleh Erving Goffman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas virtual ice breaking dapat memberikan manfaat kepada peserta pelatihan daring bukan hanya sebagai pelengkap namun juga pendukung terciptanya situasi pelatihan menjadi  menyenangkan, lebih  cair, dan  berkesan bagi  audiens meski tidak berada dalam sebuah lokasi yang sama. Virtual Ice Breaking mampu menarik perhatian, menghibur, refreshing dan rileksasi, membangun teamwork yang solid, menyampaikan informasi dan persuasif, media saling mengenal satu sama lain, memfasilitasi serta memanfaatkan waktu yang tersedia. Improvisasi, kreativitas, pemilihan diksi serta penggunaan bahasa tubuh yang tepat sangat membantu seorang ice breaker, trainer, maupun fasilitator dalam menciptakan komunikasi instruksional yang efektif sehingga manfaat dari virtual ice breaking dirasakan oleh semua peserta.