Articles
Pengaruh Budaya Konsumerisme Terhadap Masyarakat Kota
Tedy Wiraseptya;
Melisa Suardi
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 26 (2019) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35134/jmi.v26i1.16
Urban society as modern society does not only consume functional basic needs to survive. But fulfilling needs that are becoming a desire of urban society. The birth of the culture of consumerism is currently making rapid changes to the city community. However, not all urban communities accept this change. therefore, it is not uncommon to fight arguments and violence resulting from changes in consumerism. This culture of consumerism is motivated by the emergence of a period of capitalism which is carried by liberalism. The emergence of a culture of consumerism has a positive and negative impact. Has a positive impact when the employment field increases, the birth of new technology and others. The negative is when hedonism, consumerism, capitalism, and others arise
Kajian Ikonografis Senjata Tradisional Kurambiak Minangkabau Cakar Harimau Sumatera
Tedy Wiraseptya;
Vernanda Em Afdhal
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 26 (2019) No. 2
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35134/jmi.v26i2.74
Dalam pengkajian sebuah karya seni, kajian pertama yang dilakukan adalah kajian praikonografis. Kajian ini adalah kajian yang mengambil teori Erwin Panofsky, dimana kajian ini merupakan kajian primer yang melihat bentuk asli dari objek seni yang sifatnya faktual dan ekspresif. Di daerah Minangkabau salah satu senjata yang memiliki nilai sejarah ialah kurambiak / karambiak atau biasa disebut kerambit. Kurambiak memiliki banyak filosofi atau makna bagi masyarakat Minangkabau. Dimulai dari bentuk hingga pemakaian kurambiak yang masih dalam penelitian kualitatif dalam informasi dari kaba (kabar) oleh pemangku adat. Dalam penelitian ini penulis akan memakai suatu metode pengkajian tiga tahapan yang di kemukakan oleh Erwin Panofsky dalam bukunya “Meaning in The Visual Art”. Tiga tahapan tersebut adalah Pra - Ikonografis, konografi dan Ikonologi. Pada tahapan Pra-Ikonografis terbagi menjadi dua bagian yaitu elemen desain dan prinsip desain. Penelitian ini berfungsi untuk menjaga atau melestarikan warisan budaya Minangkabau dan menjadi acuan untuk membahas warisan benda seni secaravisual.
ASESMEN PONDASI UMPAK SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN RISIKO GEMPA PADA BANGUNAN RUMAH GADANG MINANGKABAU
Rafki Imani;
Tedy Wiraseptya;
Rita Nasmirayanti;
Utami Dewi Arman;
Afrilda Sari
Rang Teknik Journal Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2 Juni 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1989.12 KB)
|
DOI: 10.31869/rtj.v4i2.2668
Gempa Padang pada September 2009 silam telah memberi pelajaran berharga bagi kita akan pentingnya meningkatkan kapasitas bangunan terhadap gempa. Kemungkinan terjadinya gempa di Minangkabau memang tidak bisa dihindari, namun upaya untuk mengurangi risiko runtuhnya bangunan bisa terus ditingkatkan, agar jumlah korban dan rusaknya bangunan dapat diminimalisir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk peningkatan kapasitas bangunan yang ramah gempa adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal melalui perencanaan bangunan yang dilakukan berdasarkan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Bangunan tradisional Rumah Gadang di Minangkabau dibangun dengan penerapan pondasi umpak, yang dalam perencanaannya mempertimbangkan perilaku bangunan dan kejadian gempa di masa lalu. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan review bagaimana pengaruh pondasi umpak dalam upaya mengurangi risiko gempa di daerah Minangkabau Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif berdasarkan Skala Mercalli sebagai ukuran besaran gempa di masa lalu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pondasi umpak yang telah digunakan dapat terus dikembangkan seiring dengan kondisi yang ada di masa sekarang.
PERANCANGAN MEDIA INTERAKTIF DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA RUMAH GADANG ISTANO BASA PAGARUYUNG MENGGUNAKAN QR CODE
Tedy Wiraseptya;
Agung Eko Budiwaspada;
Ganal Rudiyanto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (923.537 KB)
|
DOI: 10.25105/jsrr.v1i2.6745
Abstract The strength in conveying messages to communicants is a form of media activity. There are many things and forms of media that are developing in the digital era today. Surely the development of the media to be more friendly and closer to the community will make it easier to deliver messages. The media is also an important part in supporting the tourism sector. Especially in the cultural tourism sector that we know as cultural heritage or historical heritage. one of them is the Rumah Gadang Istano Basa as a relic of the history of West Sumatra. QR Code or quick response created in Japan by Denso Wave provides technological updates. This makes it easier to share information through digital technology such as smartphones. This interactive media design method will adapt the Waterfall design method created by Pahl and Beitz. In the design process will go through the requirements stage analysis, design, implementation, integration testing and end with maintenance. Of course interactive design that uses the QR Code must follow a structured stage of the Waterfall method. Then, the design that becomes an important point in this design is the concept of infographics that is clear and has strength in readability. AbstrakKekuatan dalam menyampaikan pesan kepada komunikan ialah suatu bentuk keaktifan sebuah media. Ada banyak hal dan bentuk media yang berkembang dalam era digital saat ini. Tentunya perkembangan media menjadi lebih ramah dan dekat dengan masyarakat akan mempermudah menyampaikan pesan. Media juga menjadi bagian terpenting dalam mendukung sektor pariwisata. Apalagi dalam sektor wisata budaya yang kita kenal dengan warisan budaya atau peninggalan sejarah. salah satunya ialah Rumah Gadang Istano Basa sebagai peninggalan sejarah sumatera barat. QR Code atau quick respon yang diciptakan di Jepang oleh Denso Wave memberikan pembaharuan teknologi. Hal ini mempermudah membagikan informasi melalui teknologi digital seperti smartphone. Metode perancangan media interaktif ini akan mengadaptasi metode perancangan Waterfall yang ciptakan oleh Pahl dan Beitz. Dalam proses perancangan akan melalui tahap requirement analisis, design, implementation, integration testing dan diakhiri dengan maintenance. Tentunya perancangan interaktif yang menggunakan QR Code ini harus mengikuti tahap yang terstruktur dari metode Waterfall. Kemudian, desain yang menjadi poin penting dalam perancangan ini ialah konsep infografis yang jelas dan mempunyai kekuatan dalam keterbacaan.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI PROMOSI DAN PUBLIKASI KAMPUNG ADAT RIMBO TAROK
Stefvany Stefvany;
Vernanda Em Afdhal;
Tedy Wiraseptya
MINDA BAHARU Vol 6, No 2 (2022): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33373/jmb.v6i2.4422
Indonesia memiliki keragaman budaya serta tradisi yang melekat pada setiap daerah. Hal inilah yang menjadi potensi lahirnya wisata budaya yang ada di Indonesia mulai dari sabang sampai marauke. Namun semenjak wabah Covid-19 hadir di Indonesia pada tahun 2020 lalu, wisata lokal menjadi imbas yang membuat kunjungan wisata merosot turun. Dampak tersebut serupa yang di alami di kampung adat Rimbo Tarok yang terletak di Kelurahan Gunung Sariak. Berangkat dari persoalan tersebut kampung adat Rimbo Tarok harus mulai berpromosi secara digital atau meggunakan media digital dengan pelatihan digital marketing sebagai strategi promosi dan publikasi kampung adat Rimbo Tarok. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan digital marketing, menciptakan media promosi dan publikasi, memberikan keilmuaan digital marketing, menciptakan media promosi dan publikasi untuk pengembangan Kampung Adat Rimbo Tarok Gunung Sariak dan menciptkan. Ruang kreatif bagi yang terlibat dengan kampung adat tersebut. Metode Pelatihan digital ini menggunakan pendekatan persuasif edukatif yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan rumah adat Rimbo Tarok. Hasil dari pelatihan ini meningkatkan kemampuan, kreatifitas dan pengetahuan pihak kampung adat dalam mempromosikan dan pengembangan kampung adat melalui digital marketing, mempunyai akun instragam sebagai sarana promosi, kemudian luaran yang akan dicapai berupa jurnal pengabian kepada masyarakat, buku serta modul tentang digital marketing.
The Branding of Kampung Adat Rimbo Tarok Gunung Sariak Village as a Cultural Tourism Attraction
Vernanda Em Afdhal;
Stevany Stevany;
Tedy Wiraseptya
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25170/mitra.v6i2.3591
Branding is the process of building a brand to form an image or brand image. One of the thematic villages is Kampung Adat Rimbo Tarok, Gunung Sariak. This village has the potential to develop as an area that can become a thematic village in Padang City. Kampung Adat Rimbo Tarok exhibits unique characteristics, which include traditional house buildings and traditional cultural arts activities. The area of Kampung Adat Rimbo Tarok has not been significantly branded as no promotional media and information are found, and the area has not been properly managed. As a result, not many people know about the existence of this thematic village. These problems inspired the authors to conduct community service activities in this village. The community service aims to brand the village as a thematic village, a program of the local government of Padang City. The local government turns the village into a cultural tourism area. Departing from the facts described, the author intended to brand the area, starting from forming the regional brand or logo to other supporting branding media, such as an information board and other relevant media for branding design. The design stages use the 4D (four D), which is used in designing a design idea and follows stages from defining to dissemination. The expected result of these community service activities is to achieve a cultural tourism identity attached to the community, ranging from the visual identity, corporate media, and sign systems that partners or the local government can implement in local villages.
Meningkatkan Keterampilan Desain Komunikasi Visualdi Sekolah Kristen Kalam Kudus Padang
Tedy Wiraseptya;
Stefvany;
M Sayuti;
Vernanda Em Afdhal;
Melisa Suardi
Majalah Ilmiah UPI YPTK Vol. 30 (2023) No. 1
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35134/jmi.v30i1.142
Penggunaan desain grafis sebagai alat komunikasi visual yang efektif telah menjadi semakin penting dalam dunia modern yang didominasi oleh teknologi. Namun, keterampilan desain grafis yang memadai seringkali kurang ditekankan dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kapasitas desain grafis di Sekolah Kristen Kalam Kudus Padang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan keterampilan visual pelajar. Metode pengabdian kepada masyarakat digunakan untuk melibatkan para siswa dan guru dalam serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan pemahaman dan keterampilan desain grafis. Melalui workshop, pelatihan, dan proyek desain grafis, para siswa diberikan kesempatan untuk belajar tentang prinsip desain, teknik kreatif, dan penggunaan perangkat lunak desain. Mereka juga diberikan tugas-tugas praktis untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam menciptakan desain grafis yang bermakna dan estetis. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan keterampilan visual dan pemahaman desain grafis para siswa. Mereka menjadi lebih terampil dalam menggunakan prinsip desain yang benar, memanfaatkan perangkat lunak desain, dan menyampaikan pesan melalui karya visual mereka. Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat juga membantu meningkatkan citra sekolah dan memperkuat ikatan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pengabdian ini menekankan pentingnya membangun kapasitas desain grafis di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pendidikan yang holistik. Dengan memperkuat keterampilan visual pelajar, mereka dapat lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin terhubung dan kompetitif.
Perspektif Semiotika Wisata Harau Dream Park sebagai Bentuk Krisis Identitas Budaya Minangkabau
Tedy Wiraseptya;
Vernanda Em Afdhal;
Stefvany Stefvany
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 6, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.1894
Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata, hal ini tercatat hampir tiga ribu destinasi wisata di Perusahaan Objek Daya Tarik Wisata Komersial (PODTWK). Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota provinsi Sumatera Barat terdapat objek wisata Lembah Harau yang termasuk kawasan pelestarian alam dalam ruang lingkup cagar alam dan suaka margasatwa. Kemudian kawasan Lembah Harau sedang diupayakan untuk diakui sebagai Kawasan Geopark Nasional. Namun, disamping upaya pengembangan tersebut ada beberapa pengembangan yang dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal. Salah satu fokus pada penelitian ini adalah Kawasan Harau Dream Park yang didesain dengan tampilan budaya asing. Untuk mengungkap permasalahan yang ada di Harau Dream Park maka digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika dan komodifikasi. Kajian ini didasari pada perspektif peneliti menggunakan teori semiotika. Capaian yang telah didapatkan dari penelitian bahwa kawasan Harau Dream Park semestinya dikembalikan lagi pada nilai-nilai budaya Minangkabau dan Geopark sebagai kegiatan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya dan wisata.
Perspektif Semiotika Wisata Harau Dream Park sebagai Bentuk Krisis Identitas Budaya Minangkabau
Tedy Wiraseptya;
Vernanda Em Afdhal;
Stefvany Stefvany
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51804/deskovi.v6i1.1894
Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata, hal ini tercatat hampir tiga ribu destinasi wisata di Perusahaan Objek Daya Tarik Wisata Komersial (PODTWK). Khusus di Kabupaten Lima Puluh Kota provinsi Sumatera Barat terdapat objek wisata Lembah Harau yang termasuk kawasan pelestarian alam dalam ruang lingkup cagar alam dan suaka margasatwa. Kemudian kawasan Lembah Harau sedang diupayakan untuk diakui sebagai Kawasan Geopark Nasional. Namun, disamping upaya pengembangan tersebut ada beberapa pengembangan yang dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal. Salah satu fokus pada penelitian ini adalah Kawasan Harau Dream Park yang didesain dengan tampilan budaya asing. Untuk mengungkap permasalahan yang ada di Harau Dream Park maka digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika dan komodifikasi. Kajian ini didasari pada perspektif peneliti menggunakan teori semiotika. Capaian yang telah didapatkan dari penelitian bahwa kawasan Harau Dream Park semestinya dikembalikan lagi pada nilai-nilai budaya Minangkabau dan Geopark sebagai kegiatan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya dan wisata.
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER RUMAH GADANG KAJANG PADATI: Film Dokumenter Ekspositoris
Ihsan Maulana;
Tedy Wiraseptya;
Melisa Suardi
TRADISIGN : Jurnal Pustaka Desain dan Budaya Vol 1 No 1 (2022): November 2022 | Karya Desain dan Budaya
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perancangan film dokumenter ini merupakan penelitian studi Desain Komunikasi Visual. Dalam penelitian ini membahas mengenai rumah Kajang Padati yang berada di Kota Padang. Rumah Kajang Padati memiliki nilai historis yang bangunannya masih berdiri kokoh menyimpan sejarah. Metode penelitian yang digunakan dalam proses pembuatan karya menggunakan riset emic dan proses produksi. Film dokumenter ini disajikan sebagai bentuk kampanye dalam merawat benda warisan budaya di Kota Padang. Harapan dari penilitan ini dapat memberikan informasi yang komunikatif terhadap masyarakat, dikarenakan informasi saat ini mengenai Rumah Kajang Padati sangatlah minim. Sehingga yang harus perlu diperhatikan dalam penelitian ini yaitu menciptakan karya dokumenter dalam bentuk audio visual yang dibentuk melalui naskah sesuai alur cerita, ide, dan konsep.