Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI MELALUI PENDEKATAN BUDAYA ORGANISASI DI KABUPATEN SUMENEP Mohamad Harun; Darma Jasuli; Ahmad Suwandi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap organisasi mengharapkan tercapainya visi dan misi yang melekat pada masing-masing anggota dalam organisasinya, termasuk bidang jasa konstruksi. Banyaknya permasalahan dalam pekerjaan konstruksi yang terjadi di Kabupaten Sumenep seperti keterlambatan, masalah mutu, biaya dan kuantitas serta keselamatan kerja perlu dicari solusi penyelesaian yang tepat. Salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan perusahaan konstruksi dalam mencapai visi dan misinya adalah faktor kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang budaya organisasi saat ini (existing) dan yang diinginkan (preferred) sehingga dapat ditentukan strategi yang tepat. Dalam penelitian ini, digunakan metode yang dikembangkan oleh Cameron and Quinn (2011) yang dikenal dengan istilah OCAI (Organizational Culture Assessment Instrument) dengan memasukkan hasil survey dari kuesioner OCAI. Untuk menganalis data, dibantu menggunakan program Microsoft excel. Setelah data hasil survey diperoleh, selanjutnya dibuat rekap dalam bentuk tabel dari hasil kuesioner tersebut. Budaya organisasi saat ini (current) dapat digambarkan berdasarkan hasil rekap tersebut dan juga budaya organisasi yang diinginkan (preferred) dapat digambarkan berdasarkan penilaian yang diukur dalam enam dimensi utama dan empat tipe profil budaya organisasi. Dimensi utama terdiri atas karakteristik dominan, kepemimpinan dalam organisasi, pengelolaan karyawan/pekerja, perekat organisasi dan penekanan strategis serta kriteria sukses. Sedangkan profil budaya organisasi terdiri atas Clan (A), Adhocracy (B), Market (C), dan Hierarchy (D). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa profil budaya organisasi yang dominan saat ini adalah Clan (28%) yang berorientasi pada kekeluargaan dan Market (26%) yang berorientasi pada budaya efisiensi dan hasil kerja yang optimal. Sedangkan profil budaya organisasi yang diinginkan selanjutnya masih menginginkan Clan dan nilainya meningkat menjadi 32% sedangkan Market bertahan dengan nilai yang sama.