This Author published in this journals
All Journal HUMANIKA
Bonna Nur Ischaq Darmadji
Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menegosiasikan Kekerabatan dengan Rasa Peduli: Analisis Wacana Kerabat dalam Film Shoplifters Bonna Nur Ischaq Darmadji
HUMANIKA Vol 29, No 2 (2022): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v29i2.48316

Abstract

Artikel ini fokus dalam mengkaji bagaimana sebenarnya hubungan kekerabatan dapat dinegosiasikan dengan rasa peduli. Dengan demikian artikel ini tidak melihat kekerabatan sebagai hasil dari pertalian darah dan pernikahan. Inilah yang penulis coba perdebatkan, rasa peduli tentu akan menjadi isu kunci jika kita melihat kekerabatan bukan sebagai struktur sosial yang langgeng, melainkan sebagai sebuah proses. Untuk itu, penulis menggunakan metode penelitian wacana kritis dari perspektif Norman Fairclough melalui tiga dimensi yaitu text, discourse practice, dan sociocultural practice, sehingga film Shoplifters karya Hirokazu Koreeda ini penulis posisikan sebagai sebuah teks dari praktik wacana yang menunjukan praktik sosiokultural dalam realitas masyarakat. Data dalam penelitian ini berupa adegan, khususnya pada penggunaan bahasa, baik di dalam dialog antar tokoh maupun dalam teks-teks yang beredar di sepanjang film ini. Kemudian data tersebut diolah dalam bentuk argumen teoritis untuk menggambarkan bagaimana sebenarnya manusia memaknai sebuah kekerabatan. Shoplifters menceritakan upaya orang-orang terbuang yang berusaha menambal kekurangan satu sama lain dengan menciptakan suatu lingkungan pengasuhan dalam ikatan bernama “keluarga”. Keluarga Shibata dalam film Shoplifters dengan segala identitas yang dilekatkan padanya berusaha mendobrak konstruksi normatif sistem kekerabatan. Kita kemudian akan dapat mengartikulasikan ulang arti hubungan kekerabatan dengan melihat bagaimana rasa peduli memberi manusia keleluasaan dalam menegosiasikan siapa yang bisa dianggap sebagai kerabat.