Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI GENERASI MUDA DALAM PENEGUHAN KOLINTANG DAN PENDIRIAN JANUR KUNING (ARUKUS) PADA ACARA ADAT KEMATIAN DI DESA PANGIAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Virawati Kamasaan
KOMPETENSI Vol. 2 No. 9 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan pelaksanaan acara peneguhan kolintang dan mendeskripsikan persepsi generasi muda dalam peneguhan kolintang dan pendirian janur kuning (Arukus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, teknik wawancara, dan angket. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, nenyajian data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan peneguhan kolintang sekaligus pendirian janur kuning di desa Pangian ada tahapan-tahapan yang harus dilalui yaitu ; (a). Proses adat Mopotaau Kon Lipu Oyuon Minatoy (proses adat kebiasaan memberitahukan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa telah terjadi peristiwa duka), (b). Proses adat Moyosingog (berbicara dengan keluarga), (c). Proses adat Monginggu’ (memandikan), (d). Proses adat Motaput (mengafankan), (e). Proses adat Sambayangan (menyolatkan), (f). Proses adat Poyodapotan In Ki Ina In Buta (meletakkan jenazah ke liang lahat), (g). Proses adat Bingkat Bolad sekaligus Molitoy Kolubung (angkat tikar dan gulung selendang putih). Dalam prosesi pemasangan janur kuning (Arukus) dilakukan oleh pemangku adat dan pemerintah setempat, dalam proses ini pemasangan janur kuning itu harus bersamaan dengan acara peneguhan kolintang. Berdasarkan hasil penelitian ternyata generasi muda yang ada di Desa Pangian Induk, Pangian Tengah, Pangian Barat ternyata memiliki persepsi “menerima atau melestarikan” disertai dengan praktek peneguhan kolintang dan pendirian janur kuning pada acara adat kematian . Mereka juga berpersepsi “menerima atau melestarikan” disertai dengan praktek peneguhan kolintang dan pendirian janur kuning pada acara adat kematian