Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendampingan dan Penyuluhan Pasien DM Tipe 2 Di Posbindu PTM Telaga Murni Cikarang Barat dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Manajemen Diri Diabetes Mellitus Istiqomah Istiqomah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.765 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i6.33

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, yang lebih lanjut dapat mengakibatkan kerusakan serius pada berbagai organ. World Health Organization (WHO) memperkirakan penderita DM di Indonesia meningkat dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Jawa Barat, data kejadian Diabetes Mellitus meningkat dari 1,3% menjadi 1,7%, dimana Kabupaten Bekasi kejadian Diabetes Mellitus tahun 2018 mencapai 69,6 % kasus. Telaga Murni, berdasarkan data posbindu PTM, diketahui DM Tipe 2 menempati 90% dari kasus DM yang ada, tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan Tanya jawab, selama 4 minggu pada pasien DM Tipe 2 yang bertujuan membekali pasien Diabetes dengan pengetahuan, keterampilan memecahkan masalah, mampu mengambil keputusan, pemanfaatan sumber daya, dan keyakinan untuk melakukan kegiatan perawatan diri sehingga tercapai kontrol glikemik yang baik. Hasil edukasi diketahui bahwa pengetahuan pasien meningkat setelah diberikan edukasi dan pendampingan dengan tingkat pengetahuan Baik 14% menjadi 22%, cukup baik 50% menjadi 68% dan kurang baik menurun dari 36% menjadi 10%. Sedangkan nilai rata-rata gula darah puasa menurun 23 mg/dl. Saran, Edukasi pendampingan manajemen perawatan diri pada pasien DM Tipe 2 perlu dijadikan agenda rutin posbindu PTM agar pasien memiliki perilaku manajemen diri yang baik terhadap Diabetes yang dialaminya, sehingga pasien dapat mencapai glukosa darah yang terkontrol sehingga meningkatkan kualitas hidup yang optimal.
ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD KABUPATEN BEKASI TAHUN 2015 Istiqomah na
Afiat Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v3i2.681

Abstract

Undang – Undang No. 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit menekankan bahwaRumah Sakit rumah sakit memiliki peran memberikan pelayanan kesehatan perorangan secaraparipurna untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan. Salah satu unsur yang sangat menentukan mutupelayanan di Rumah sakit adalah peran tenaga kesehatan, terutama perawat. Hal ini dikarenakanperawat memiliki proporsi besar, hampir 50% dari seluruh Sumber Daya Manusia Rumah Sakit.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengaruh pengetahuan, sikap dna motivasiperawat terhadap pelaksanan Asuhan Keperawatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode penelitianyang digunakan adalah cross sectional dengan jenis penelitian Analitik Kuantitatif. Penelitian inidilaksanakan terhadap 110 orang perawat pelaksanan.Adapun teknik sampling yang digunakan adalahAccidental sampling.Adapun analisis antar variabel menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitiandiperoleh nilai p value < 0,005, dimana pengaruh pengetahuan terhadap kinerja didapatkan p = 0,007dengan OR sebesar 3,056. Sedangkan sikap terhadap kinerja dihasilkan p= 0,020 dengan OR = 2,563,dan motivasi perawat terhadap kinerja Asuhan keperawatan dengan p = 0,000 dengan OR = 8,000.Dengan demikian dapat dikatakan terdapat hubungan signifikan antara variabel independen terhadapvariabel dependen. Kesimpulan terdapat pengaruh antara pengetahuan, sikap dan motivasi terhadapkinerja pelaksanaan asuhan keperawatan di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2015. Saran penelitian inidiharapkan dapat menjadi bahan masukan Rumah sakit dan perawat terkait peningkatan kinerjapelayanan keperawatan, khususnya pelaksanaan Asuhan Keperawatan guna meningkatkan mutulayanan kesehatan kepada masyarakat.
PENGARUH TERAPI RENDAM AIR HANGAT PADA KAKI TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSBINDU WIJAYA KUSUMA JATIBENING BARU TAHUN 2019 Noviyanti Noviyanti; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 6 No 02 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i02.1336

Abstract

Tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Gangguan tidur sering terjadi pada lansia yang berdampak pada menurunnya kualitas tidur. Terapi merendam kaki dengan air hangat dapat menyebabkan pembuluh darah dimana hangatnya air membuat sirkulasi darah menjadi lancer dan menimbulkan perasaan rileks sehingga meningkatkan kualitas tidur. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh terapi rendam air hangat pada kaki terhadap kualitas tidur lansia di Posbindu Wijaya Kusuma Jatibening Baru. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen melalui one group pre test and post test design. Ukuran populasi sebanyak 57 orang lansia. Ukuran sampel sebanyak 36 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengukuran skor kualitas tidur menggunakan instrument The Pittsburgh Sleep Quality Index. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui statistk uji Wilcoxon dengan α= 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap kualitas tidur lansia dengan nilai p = 0,000. Simpulan terjadi peningkatan kualitas tidur lansia setelah diberi perlakuan terapi rendam kaki dengan air hangat. Saran diharapkan dapat menjadi pilihan alternative bagi perawat untuk mengaplikasikan terapi rendam kaki dengan air hangat untuk meningkatkan kualitas tidur lansia. Sleep is a status change of consciousness when an individual's perception and reaction to the environment decreases. Sleep disturbance often occurs in the elderly which results in decreased sleep quality. Therapy to soak the feet with warm water can cause blood vessels where warm water makes the blood circulation smooth and cause a feeling of relaxation thereby improving sleep quality. The purpose of this study was to identify the effect of warm water soak therapy on the feet to the sleep quality of the elderly in Posbindu Wijaya Kusuma Jatibening Baru. The research method uses experimental methods through one group pre-test and post-test design. The population size is 57 elderly people. The sample size was 36 respondents taken by simple random sampling technique. Measurement of sleep quality scores using the Pittsburgh Sleep Quality Index instrument. Data analysis used univariate and bivariate analysis through Wilcoxon test statistics with α = 5%. The results showed the influence the effect of warm water soak therapy on feet to the sleep quality of elderly with a p-value = 0,000. Conclusions increased the sleep quality of elderly after being treated with warm watersoak therapy on feet. Suggestions are expected to be an alternative choice for nurses to apply warm water soak therapy to improve the quality of sleep in the elderly.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS PEKAYON JAYA KECAMATAN BEKASI SELATAN KOTA BEKASI Tania Anggraini Saputri; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v7i2.2139

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang dapat disembuhkan hanya saja dalam pengobatannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan meminum obat secara terus-menerus. Tingginya kasus Tuberkulosis Paru(TB Paru) dan rendahnya angka capaian pengobatan yang salah satunya diakibatkan putus obat menyebabkan pengobatan memakan waktu yang lebih lama. Kepatuhan merupakan ketaatan pada tujuan yang telah ditentukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan ialah self efficacy. Self efficacy adalah persepsi diri atau keyakinan diri mengenai kemampuan melakukan tindakan yang dihaarapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Pekayon Jaya. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, tempat penelitian di Puskesmas Pekayon Jaya. Jumlah populasi 50 pasien TB Paru dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan α = 5% (0,05).Hasil penelitian analisis univariat didapatkan gambaran self efficacy rendah 54% dan Kepatuhan Minum Obat rendah 42% analisa bivariate diperoleh nilai p atau Asym. Sig. (2-sided) = 0,002 dengan nilai α = 5% (0,05). Simpulan terdapat hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Pekayon Jaya. Saran Agar lebih meningkatkan self efficacy dengan kepatuhan minum obat.
HUBUNGAN PEKERJA LANSIA DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POSBINDU ASTER KELURAHAN JATICEMPAKA KECAMATAN PONDOK GEDE KOTA BEKASI Ade Amelia; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i1.2523

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg). Seorang individu yang telah melewati usia 45 tahun atau 60 tahun disebut lansia (Senja Amalia dan Tulus Prasetyo, 2019). Tujuan Penelitian untuk mendapatkan hubungan mengenai pekerjaan dan pola makan dengan kejadian hipertensi di Posbindu aster kelurahan jaticempaka kecamatan pondok gede kota Bekasi. Metode Penelitian deskriptif korelasi. Jumlah populasi adalah sebanyak 140 lansia. Sampel diambil dengan teknik metode purposive dengan rumus slovin 10% sebanyak 58 lansia. Analisis yang digunakan univariate dan bivariat menggunakan chi-square dengan = 5%. Hasil Penelitian bahwa variabel pekerjaan >0,05, sedangkan pola makan <0,05. Simpulan variabel pekerjaan tidak memiliki hubungan terhadap kejadian hipertensi di Posbindu, sedangkan pola makan memiliki hubungan terhadap kejadian hipertensi di Posbindu. Saran maka Posbindu agar dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada lansia untuk mencegah hipertensi melalui perilaku hidup sehat (mengatur pola makan).
HUBUNGAN PERILAKU SELF MANAGEMENT DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POSBINDU MAWAR JATIBENING BARU TAHUN 2022 Nia Kurniawati; Istiqomah NA
Afiat Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i1.2830

Abstract

Proses menua menghasilkan perubahan fisiologis yang menyebabkan disfungsi organ dan kegagalan suatu organ atau sistem tubuh tertentu. Jenis penyakit pada proses penuaan adalah penyakit degeneratif. Salah satunya yaitu Diabetes Mellitus Tipe 2 dapat mempengaruhi kualitas hidup dari penderitanya dan dapat menimbulkan resiko terjadinya komplikasi yang berujung pada amputasi, kebutaan, dan gagal ginjal. Beberapa masalah yang dapat timbul dapat dikendalikan dengan menerapkan perilaku manajemen diri (self-management) pada penyakitnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku self management dengan kadar gula darah puasa pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Posbindu Mawar Jatibening Baru. Metode Penelitian menggunakan deskriptif korelasi. Jumlah sampel adalah sebanyak 50 lansia penderita DM tipe 2 yang diambil dengan teknik Total sampling. Hasil Penelitian uji statistik didapatkan hasil paling mendominasi yaitu kelompok usia 45-59 tahun berjumlah 37 orang (74%), Perempuan berjumlah 33 orang (66%) dan memiliki riwayat diabetes mellitus sebanyak 43 lansia (86%). Perilaku self management rendah sebanyak 31 orang (62,0%) dan lansia yang memiliki kadar gula darah puasa tidak normal sebanyak 26 orang (52,0%). Nilai = 0,024 atau < a = 0,05 dengan nilai Odds Ratio = 3, 939. Simpulan terdapat hubungan perilaku self management dengan kadar gula darah puasa pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2. Saran agar para kader dapat memberikan edukasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan pada lansia pentingnya menjaga pola makan yang sehat dan olahraga yang tepat agar kadar gula darah tetap terkontrol.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENYINTAS COVID-19 DI RW 007 DESA CILEUNGSI KIDUL Upra Jilani; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3462

Abstract

Pendahuluan Covid-19 memberikan dampak psikis bagi masyarakat Indonesia khususnya di daerah Cileungsi Desa Cileungsi Kidul RW 007. Salah satu dampak psikis yang dialami adalah kecemasan. Para penyintas covid-19 sangat rentan mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling sebanyak 30 responden. Teknik analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square α=5%. Hasil penelitian menunjukan hasil univariat dukungan keluarga mayoritas baik sebanyak 25 (83,3%) dan tingkat kecemasan tidak cemas sebanyak 16 (53,3%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p Chi-Square 0,213 nilai ini lebih besar dari α = 5% maka H0 diterima. Simpulan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Saran agar masyarakat dapat memberikan informasi yang jelas dan penting mengenai covid-19 yang membuat penyintas covid-19 selalu merasa tenang dan tidak merasakan cemas serta memberikan semangat, support atau motivasi, serta memberikan perasaan yang nyaman, sehingga dapat menekankan tingkat kecemasan dan firasat buruk yang mungkin dialami oleh penyintas covid-19.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENYINTAS COVID-19 DI RW 007 DESA CILEUNGSI KIDUL Upra Jilani; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3566

Abstract

Covid-19 memberikan dampak psikis bagi masyarakat Indonesia khususnya di daerah Cileungsi Desa Cileungsi Kidul RW 007. Salah satu dampak psikis yang dialami adalah kecemasan. Para penyintas covid-19 sangat rentan mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling sebanyak 30 responden. Teknik analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square α=5%. Hasil penelitian menunjukan hasil univariat dukungan keluarga mayoritas baik sebanyak 25 (83,3%) dan tingkat kecemasan tidak cemas sebanyak 16 (53,3%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p Chi-Square 0,213 nilai ini lebih besar dari α = 5% maka H0 diterima. Simpulan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Saran agar masyarakat dapat memberikan informasi yang jelas dan penting mengenai covid-19 yang membuat penyintas covid-19 selalu merasa tenang dan tidak merasakan cemas serta memberikan semangat, support atau motivasi, serta memberikan perasaan yang nyaman, sehingga dapat menekankan tingkat kecemasan dan firasat buruk yang mungkin dialami oleh penyintas covid-19.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KETERAMPILAN IBU DALAM PENGANAN TERSEDAK DI TK CITRA BANGSA BEKASI Anggun Dindayana Mukthi; Istiqomah .
Afiat Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i1.3815

Abstract

Kejadian tersedak termasuk kedalam kasus kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan segera, dan apabila terjadi obstruksi atau sumbatan jalan napas dapat menyebabkan napas pendek (hipoventilasi), kekurangan oksigen (hipoksemia), peningkatan kerja pernapasan dan gangguan pertukaran gas berubah di paru-paru. kasus tersedak paling sering terjadi pada anak usia dini (1,5-3 tahun). Salah satu upaya agar informasi dapat dipahami dan dapat memberikan dampak perubahan keterampilan masyarakat khususnya keluarga adalah dengan menggunakan promosi kesehatan dengan metode demonstrasi. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh promosi kesehatan metode demonstrasi terhadap keterampilan ibu dalam penanganan tersedak di Tk Islam Citra Bangsa Bekasi. Metode penelitian quasi eksperimen. Populasi terdiri dari 40 orang tua murid, sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden. Teknik analisis penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon (p 0.025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan ibu sesudah dilakukan promosi kesehatan adalah cukup sebanyak 18 responden (60.0%). Nilai p ≤0.05 (tingkat signifikasi) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan terdapat pengaruh promosi kesehatan metode demonstrasi terhadap keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada anak usia dini. Saran untuk memberikan informasi kepada orang tua bahwa tersedak pada anak bukan hal yang sepele dan butuh penanganan yang bukan hanya cepat tapi juga tepat
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN HEMODIALISIS Siti Rafingah; Suratmi Suratmi; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v10i2.4371

Abstract

Insiden CKD meningkat setiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Indonesian Renal Registry (IRR) melaporkan bahwa pada tahun 2018 sebanyak 36.975 jumlah penderita gagal ginjal kronik yang menjalani dialysis. Hasil studi systematic review dan meta analisis Hills dkk(2016 )menunjukkan 13,4% penduduk dunia menderita CKD. Masalah utama pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan yang dimanifestasikan dengan penambahan berat badan diantara dua waktu dialisis. Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dialysis dalam restriksi konsumsi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur, Jenis Kelamin dan Pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan menggunakan metode descriptive corelative dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 106 responden. Analisis univariat dengan mayoritas dalam kategori umur dewasa madya (41-60 th) sebanyak 70 orang (66%), Jenis kelamin laki-laki 61 (57%), Pendidikan SMA 48 (45.3%). Uji Chi Square dengan nilai p value Umur : 0,013, Jenis kelamin 0,046 dan Pendidikan 0,196. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dengan kepatuhan pembatasan cairan, sedangkan Pendidikan tidak berhubungan ( p value 0,196 > α 0,05.