Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan dan Penyuluhan Pasien DM Tipe 2 Di Posbindu PTM Telaga Murni Cikarang Barat dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Manajemen Diri Diabetes Mellitus Istiqomah Istiqomah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.765 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i6.33

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, yang lebih lanjut dapat mengakibatkan kerusakan serius pada berbagai organ. World Health Organization (WHO) memperkirakan penderita DM di Indonesia meningkat dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Jawa Barat, data kejadian Diabetes Mellitus meningkat dari 1,3% menjadi 1,7%, dimana Kabupaten Bekasi kejadian Diabetes Mellitus tahun 2018 mencapai 69,6 % kasus. Telaga Murni, berdasarkan data posbindu PTM, diketahui DM Tipe 2 menempati 90% dari kasus DM yang ada, tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan Tanya jawab, selama 4 minggu pada pasien DM Tipe 2 yang bertujuan membekali pasien Diabetes dengan pengetahuan, keterampilan memecahkan masalah, mampu mengambil keputusan, pemanfaatan sumber daya, dan keyakinan untuk melakukan kegiatan perawatan diri sehingga tercapai kontrol glikemik yang baik. Hasil edukasi diketahui bahwa pengetahuan pasien meningkat setelah diberikan edukasi dan pendampingan dengan tingkat pengetahuan Baik 14% menjadi 22%, cukup baik 50% menjadi 68% dan kurang baik menurun dari 36% menjadi 10%. Sedangkan nilai rata-rata gula darah puasa menurun 23 mg/dl. Saran, Edukasi pendampingan manajemen perawatan diri pada pasien DM Tipe 2 perlu dijadikan agenda rutin posbindu PTM agar pasien memiliki perilaku manajemen diri yang baik terhadap Diabetes yang dialaminya, sehingga pasien dapat mencapai glukosa darah yang terkontrol sehingga meningkatkan kualitas hidup yang optimal.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI PUSKESMAS PEKAYON JAYA KECAMATAN BEKASI SELATAN KOTA BEKASI Tania Anggraini Saputri; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v7i2.2139

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang dapat disembuhkan hanya saja dalam pengobatannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan meminum obat secara terus-menerus. Tingginya kasus Tuberkulosis Paru(TB Paru) dan rendahnya angka capaian pengobatan yang salah satunya diakibatkan putus obat menyebabkan pengobatan memakan waktu yang lebih lama. Kepatuhan merupakan ketaatan pada tujuan yang telah ditentukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan ialah self efficacy. Self efficacy adalah persepsi diri atau keyakinan diri mengenai kemampuan melakukan tindakan yang dihaarapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Pekayon Jaya. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional, tempat penelitian di Puskesmas Pekayon Jaya. Jumlah populasi 50 pasien TB Paru dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan α = 5% (0,05).Hasil penelitian analisis univariat didapatkan gambaran self efficacy rendah 54% dan Kepatuhan Minum Obat rendah 42% analisa bivariate diperoleh nilai p atau Asym. Sig. (2-sided) = 0,002 dengan nilai α = 5% (0,05). Simpulan terdapat hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Pekayon Jaya. Saran Agar lebih meningkatkan self efficacy dengan kepatuhan minum obat.
HUBUNGAN PEKERJA LANSIA DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POSBINDU ASTER KELURAHAN JATICEMPAKA KECAMATAN PONDOK GEDE KOTA BEKASI Ade Amelia; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v6i1.2523

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah (sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg). Seorang individu yang telah melewati usia 45 tahun atau 60 tahun disebut lansia (Senja Amalia dan Tulus Prasetyo, 2019). Tujuan Penelitian untuk mendapatkan hubungan mengenai pekerjaan dan pola makan dengan kejadian hipertensi di Posbindu aster kelurahan jaticempaka kecamatan pondok gede kota Bekasi. Metode Penelitian deskriptif korelasi. Jumlah populasi adalah sebanyak 140 lansia. Sampel diambil dengan teknik metode purposive dengan rumus slovin 10% sebanyak 58 lansia. Analisis yang digunakan univariate dan bivariat menggunakan chi-square dengan = 5%. Hasil Penelitian bahwa variabel pekerjaan >0,05, sedangkan pola makan <0,05. Simpulan variabel pekerjaan tidak memiliki hubungan terhadap kejadian hipertensi di Posbindu, sedangkan pola makan memiliki hubungan terhadap kejadian hipertensi di Posbindu. Saran maka Posbindu agar dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada lansia untuk mencegah hipertensi melalui perilaku hidup sehat (mengatur pola makan).
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENYINTAS COVID-19 DI RW 007 DESA CILEUNGSI KIDUL Upra Jilani; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3462

Abstract

Pendahuluan Covid-19 memberikan dampak psikis bagi masyarakat Indonesia khususnya di daerah Cileungsi Desa Cileungsi Kidul RW 007. Salah satu dampak psikis yang dialami adalah kecemasan. Para penyintas covid-19 sangat rentan mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling sebanyak 30 responden. Teknik analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square α=5%. Hasil penelitian menunjukan hasil univariat dukungan keluarga mayoritas baik sebanyak 25 (83,3%) dan tingkat kecemasan tidak cemas sebanyak 16 (53,3%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p Chi-Square 0,213 nilai ini lebih besar dari α = 5% maka H0 diterima. Simpulan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Saran agar masyarakat dapat memberikan informasi yang jelas dan penting mengenai covid-19 yang membuat penyintas covid-19 selalu merasa tenang dan tidak merasakan cemas serta memberikan semangat, support atau motivasi, serta memberikan perasaan yang nyaman, sehingga dapat menekankan tingkat kecemasan dan firasat buruk yang mungkin dialami oleh penyintas covid-19.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENYINTAS COVID-19 DI RW 007 DESA CILEUNGSI KIDUL Upra Jilani; Istiqomah Istiqomah
Afiat Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/afiat.v9i2.3566

Abstract

Covid-19 memberikan dampak psikis bagi masyarakat Indonesia khususnya di daerah Cileungsi Desa Cileungsi Kidul RW 007. Salah satu dampak psikis yang dialami adalah kecemasan. Para penyintas covid-19 sangat rentan mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling sebanyak 30 responden. Teknik analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square α=5%. Hasil penelitian menunjukan hasil univariat dukungan keluarga mayoritas baik sebanyak 25 (83,3%) dan tingkat kecemasan tidak cemas sebanyak 16 (53,3%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p Chi-Square 0,213 nilai ini lebih besar dari α = 5% maka H0 diterima. Simpulan tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada penyintas covid-19 di RW 007 Desa Cileungsi Kidul. Saran agar masyarakat dapat memberikan informasi yang jelas dan penting mengenai covid-19 yang membuat penyintas covid-19 selalu merasa tenang dan tidak merasakan cemas serta memberikan semangat, support atau motivasi, serta memberikan perasaan yang nyaman, sehingga dapat menekankan tingkat kecemasan dan firasat buruk yang mungkin dialami oleh penyintas covid-19.