This Author published in this journals
All Journal JURNAL ECONOMINA
Tania Elisabeth Limbong
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN: AUDIT INTERNAL, KESADARAN ANTI FRAUD, INDEPENDENSI AUDITOR INTERNAL Tania Elisabeth Limbong; Cris Kuntadi; Rachmat Pramukty
JURNAL ECONOMINA Vol. 2 No. 6 (2023): JURNAL ECONOMINA, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v2i6.631

Abstract

Pencegahan Kecurangan merupakan suatu tindakan upaya untuk mencegah atau menahan agar seseorang tidak melakukan perbuatan kecurangan yang bersifat dapat merugikan. Kecurangan yaitu tindakan dengan tujuan dibuat sebelumnya untuk mengelabui/menipu/memanipulasi pihak lain yang dapat membuat pihak lain menderita kerugian serta pelaku kecurangan memperoleh keuntungan keuangan baik secara pribadi ataupun tak pribadi. Fenomena kecurangan yang terjadi di Indonesia banyak melibatkan pelaku dari sektor pemerintah. Praktik kecurangan tersebut berdampak negatif di sektor ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, perlu upaya pencegahan untuk menghindari kerugian negara material maupun non material. Pencegahan kecurangan diperlukan untuk mencegah atau paling tidak mengendalikan timbulnya kecurangan dengan menciptakan kondisi yang mendorong upaya pencegahan kecurangan. Faktor-faktor pemicu yang dapat mempengaruhi pencegahan kecurangan, yaitu: audit internal, kesadaran anti fraud dan independensi auditor internal. Tujuan penulisan artikel ini guna menciptakan hipotesis pengaruh antar variabel untuk digunakan di riset selanjutnya. hasil artikel literature review ini yaitu: 1) audit internal berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan; 2) kesadaran anti fraud berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan; dan 3) independensi auditor internal berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH: SOSIALISASI PERPAJAKAN, KESADARAN WAJIB PAJAK DAN PEMAHAMAN WAJIB PAJAK Tania Elisabeth Limbong; Fanny Jie Kristin; Idel Eprianto
JURNAL ECONOMINA Vol. 2 No. 8 (2023): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v2i8.720

Abstract

Kepatuhan wajib pajak merupakan sebuah tindakan yang mencerminkan patuh dan sadar terhadap ketertiban dalam kewajiban perpajakan wajib pajak dengan melakukan pembayaran dan pelaporan atas perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak yang bersangkutan baik untuk kelompok orang atau modal sendiri sebagai modal usaha sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Dalam hal ini, kepatuhan wajib pajak sangat dijunjung tinggi karena pada dasarnya Direktorat Jenderal Pajak ataupun instansi pemerintah akan selalu memberikan penghargaan bagi wajib pajak yang melakukan kewajiban perpajakannya secara baik dan benar. Pemberian penghargaan kepada wajib pajak ini dilakukan oleh DJP atau pemerintah guna untuk mendorong dan meningkatkan penerimaan negara khususnya di sektor perpajakan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa keberhasilan dalam pelaksanaan perpajakan pastinya didukung dengan adanya kepatuhan setiap wajib pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya. Di Indonesia sendiri yang memang menerapkan sistem self-assessment yaitu dimana aspek terpenting yang mempengaruhi kepatuhan perpajakan adalah kewajiban perpajakan itu sendiri, maka dari itu setiap wajib pajak mempunyai tanggung jawab sendiri untuk memenuhi segala kewajiban perpajakannya dalam pembayaran ataupun pelaporan secara akurat dan tepat waktu. Faktor-faktor pemicu yang dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak, yaitu: sosialisasi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan pemahaman wajib pajak. Tujuan penulisan artikel ini guna menciptakan hipotesis pengaruh antar variabel untuk digunakan di riset selanjutnya. hasil artikel literature review ini yaitu: 1) sosialisasi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah; 2) kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah; dan 3) pemahaman wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah.
Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas dan Mekanisme Good Governance Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2020-2022) Tania Elisabeth Limbong; David Pangaribuan; Triana Yuniati
JURNAL ECONOMINA Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL ECONOMINA, Februari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v3i2.1217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat “Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas dan Mekanisme Good Governance Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yang sudah ditetapkan, diperoleh 63 perusahaan selama 3 tahun sehingga total sampel yang digunakan adalah 189 data. Jenis data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan pada periode 2020-2022. Hipotesis ini diuji dengan menggunakan analisis statistik deskripstif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linear berganda, uji hipotesis yaitu uji analisis regresi berganda, uji koefisien determinasi, uji t dan uji f. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, mekanisme good governance perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dan secara simultan profitabilitas, likuiditas dan mekanisme good governance perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.