Yoni Astuti
Biokimia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI GAMPING Yoni Astuti; Alfaina Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10658

Abstract

Abstrak: Generasi yang berkualitas bersumber pada ibu, melalui ASI. Menyusui memberikan nutrisi terbaik untuk pencegahan stunting kepada bayi. Ironisnya, tidak semua ibu memahami dengan baik, sehingga masih ada yang tidak menyusui secara eksklusif. Di Indonesia, hampir 90% memberikan ASI, namun 49,8% yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang stunting dan keuntungan menyusui dan diskusi permasalahan yang ada selama menyusui untuk kader dan anggota posyandu Tirtasari. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan diskusi suka duka menyusui dan interview terarah untuk menggali pengetahuan dan perilaku tentang stunting dan menyusui serta pemberian poster pencegahan stunting dan keuntungan menyusui dan praktek penggunaan alat timbang berat badan digital dan pengukur panjang bayi. Hasil menunjukkan rerata kapasitas pengetahuan tentang stunting 82,61%, namun yang melakukan dalam keseharian 30,43%. Kesimpulan pemberian poster ditempel di rumah diperlukan untuk membantu mengingatkan asi eksklusif. Program seperti ini diharapkan dapat dilakukan berkelanjutan untuk membantu mencegah stunting di Indonesia.Abstract: Qualified generation comes from the mother, through breast milk. Breastfeeding provides the best nutrition for stunting prevention to infants. Many mothers do not understand well, so many of those who do not exclusively breastfeed. In Indonesia 90% doing breast milk; 49.8% doing exclusive breastfeeding. These aims to provide knowledge about stunting and the benefits of breastfeeding and discussion of problems that exist during breastfeeding for cadres and members of the Posyandu Tirtasari. The methods were counseling and discussions on the benefit of breastfeeding, interviews to explore knowledge and behavior about stunting and breastfeeding, providing posters on stunting prevention, the benefits of breastfeeding, the practice of using digital weights and baby lengths. The results show the average knowledge capacity about stunting is 82.61%, but those doing in daily life are 30,43%. The conclusion is that giving posters pasted at home is needed to help remind exclusive breastfeeding. Hopefully these programs doing continuously to help prevent stunting in Indonesia.