Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis Collaborative Governance dalam pengembangan potensi wilayah lokal di Kecamatan Dimembe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk mengurai, menggambarkan, dan menganalisis secara holistik fenomena empiris di lapangan secara alamiah. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui teknik wawancara mendalam dengan para informan kunci, observasi langsung terhadap perilaku pelayanan, serta studi dokumentasi. focus dalam penelitian ini pelaksanaan Collaborative Governance yang ada di kecamatan dimembe dalam pengembangan potensi wilayah lokal Kecamatan Dimembe dengan menggunakan teori dari Model Kolaborasi (Ansell & Gash, 2008) yakni: Kondisi Awal, Desain Institusional, Kepemimpinan Fasilitatif, Proses Kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada awalnya pengembangan potensi wilayah masih berjalan secara sektoral dan parsial sehingga hasil pembangunan belum optimal. Namun demikian, adanya potensi wilayah yang beragam serta kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan pembangunan menjadi faktor pendorong lahirnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, Dialog dilakukan melalui forum musyawarah dan komunikasi lintas stakeholder yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan penyelesaian perbedaan kepentingan, proses kolaborasi masih cukup dipengaruhi oleh kapasitas personal pemimpin sehingga penguatan sistem dan kelembagaan tetap diperlukan. Kata Kunci : Collaborative Governance, Pengembangan Wilayah