Rini Wuri Astuti
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HEMATOKRIT DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAKS) PADA ATLET REMAJA Rini Wuri Astuti
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.703 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i2.250

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas fisiologi dan latihan yang menggunakan aktivitas aerobik yang tinggi pada akhirnya akan menunjukkan konsumsi oksigen secara maksimum (VO2 maks) yang merupakan indikator untuk menentukan kebugaran atlet dalam upaya mencapai kesuksesan.1 Kebugaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu latihan yang intensif dan teratur, faktor genetik, dan asupan gizi yang cukup.2 Badan Tim Nasional PSSI mengemukakan bahwa atlet sepak bola profesional Indonesia sering mengalami penurunan daya tahan pada babak kedua khususnya mulai menit ke-60. Dokter Tim Nasional Indonesia juga menyatakan bahwa untuk keseluruhan tim U-16 dan U-19, ditemukan rata-rata nilai hemogoblin kurang lebih 80 % berada di bawah standar atlet. VO2 maks dipengaruhi indikator hematologi seperti hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Hct), yang berperan dalam mentransfer oksigen pada jaringan yang aktif. Fungsi hemoglobin dalam tubuh tergantung kemampuannya bergabung dengan oksigen dalam paru-paru, kemudian melepas oksigen dalam jaringan kapiler. Hematokrit adalah porsi dari total volume darah yang dibentuk oleh sel darah merah.3 Oleh karena itu perubahan indikator biokimia Hb dan Hct ini berpengaruh pada performa fisik atlet.Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan hematokrit (Hct) dan kadar Hemoglobin (Hb)  dengan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) pada atlet remaja.Metode Penelitian: Desain penelitian cross-sectional dengan sampel dipilih secara simple random sampling. Data Kadar hemoglobin dan hematokrit diperoleh dengan menggunakan alat pengukur digital (pengambilan darah melalui pembuluh perifer), sedangkan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) dengan pengukuran metode Multi Stage Fitness Test. Analisa bivariat dengan uji non parametrik Spearman Correlation dengan tingkat kepercayaan 95% dan Cochran's Mantel-Haenszel.Hasil: Tidak ada hubungan bermakna hematokrit (Hct) dengan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) pada atlet remaja p= 0,485,  r = 0,080 (p>0,05). Ada hubungan bermakna kadar Hemoglobin (Hb) dengan konsumsi oksigen maksimum (VO2 maks) pada atlet remaja p= 0,002, r =0,323 (p<0,05). Ada pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan Hmt dengan tingkatan vo2maks p= 0,036 (p<0,05). Ada pengaruh jenis kelamin terhadap hubungan hemoglobin dengan tingkatan  VO2maks p= 0,004 (p<0,05). Tidak ada pengaruh jenis cabang olahraga terhadap hubungan Hmt dengan VO2maks p=0,613(p>0,05). Ada pengaruh cabang olahraga terhadap hubungan kadar Hb dengan VO2maks p= 0,005 (p<0,05)Kata Kunci: Hematokrit (Hct), kadar Hemoglobin (Hb), Konsumsi Oksigen Maksimum (VO2 maks), Atlet Remaja