J. Nugrahaningtyas W. Utami, Khairul Imam
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN GANGGUAN TIDUR PASIEN YANG BERKUNJUNG DI POSKO KESEHATAN UNRIYO DI HUNTARA BALAROA, PALU, SULAWASI TENGAH TAHUN 2018 J. Nugrahaningtyas W. Utami, Khairul Imam
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.353 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i1.211

Abstract

Latar Belakang, Indonesia merupakan daerah rawan terhadap bencana gempa bumi, tsunami dan letusan gunung berapi. Akibat daerah bencana maka dapat menimbulkan krisis kesehatan, yang artinya akan timbul korban massal, konsentrasi pengungsian, masalah pangan dan gizi, masalah ketersediaan air bersih, masalah sanitasi lingkungan, terganggunya pengawasan vektor penyakit menular, lumpuhnya pelayanan kesehatan, masalah post traumatic stress, kelangkaan tenaga kesehatan, maupun diskoordinasi. Selain itu bencana akan berdampak pada peningkatan kewaspadaan yang memberikan gejala sulit tidur, atau sulit mempertahankan tidur, sulit berkonsentrasi, waspada perlebihan, respon terkejut yang berlebih termasuk meningkatnya reaktivitas fisiologi dengan gejala ketegangan (hyperarousal).Tujuan Penelitian, untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien yang mengalami gangguan tidur setelah masa tanggap darurat berakhir dan tinggal di hunian sementara BalaroaMetode Penelitian,  dilakukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif, dan dengan pendekatan cross sectional sampling  dengan pendekatan accidental sampling, pengambilan sampel dengan cara wawancara dengan panduan kuesioner pada tanggal 1-3 November 2018 di posko kesehatan UNRIYO, Huntara Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah.Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner.Analisis data deskriptif dengan menggunakan prosentase.Hasil, Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 25 (83,33%) responden tidak mengalami gangguan tidur sedangkan 5 (16,67%) responden lainnya mengalami gangguan tidur.Simpulan, Gangguan tidur tidak dialami responden setelah masa tanggap darurat berakhir dan tinggal di hunian sementara Balaroa Kata kunci : karakteristik, PSTD, gangguan tidur