Ahmad Ahid Mudayana
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI KELENGKAPAN REKAM MEDIS PASIEN HYPERPLASIA OF PROSTATE DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Nugraheni Dian Pratiwi; Ahmad Ahid Mudayana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.161 KB) | DOI: 10.35842/mr.v14i3.204

Abstract

Latar Belakang : di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul masih sering ditemukan kekurangan kelengkapan pengisian dokumen rekam medis.Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kelengkapan dokumen pengisian dan menghitung jumlah kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap pasien kasus hyperplasia of prostate pada tahun 2017 di rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.Metode : Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subyek dalam penelitian ini adalah 1 orang dokter spesialis urologi, 2 orang petugas rekam medis dan 1 orang kepala bagian rekam medis. Obyek penelitian ini yaitu berkas rekam medis pasien hyperplasia of prostate yang berjumlah 263 berkas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara.Hasil : Rekapitulasi kelengkapan pada identitas pasien untuk nomor rekam medis sebesar 100% dan nama pasien sebesar 100%. Pada laporan penting kelengkapan paling tinggi pada item tanggal masuk dan tanggal keluar sebesar 100% dan paling rendah pada item saran sebesar 2,29%. Pada autentifikasi kelengkapan pada nama dokter/perawat sebesar 97,71% dan tanda tangan sebesar 100%. Review pencatatan penting dan pendokumentasian yang benar sebesar 98,86%, nilai ketidaklengkapan DMR sebesar 93,91% dan nilai ketidaklengkapan IMR sebesar 98,47%.Kesimpulan : Faktor-faktor yang menyebabkan ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis adalah karena keterbatasan waktu dan ketidakdisiplinan petugas.