STEVANUS THANE
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA, PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI USAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 DI KOTA JAYAPURA Kornelia Kawaitou; John Agustinus; Stevanus Thane
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 1 (2020): JEB Vol 11 Nomor 1 Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/jeb.v11i1.153

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan keluarga, pendidikan kewirausahaan dan motivasi usaha terhadap minat berwirausaha siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Jayapura 2). Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa statistik uji t terhadap lingkungan keluarga (X1) sebesar 3,945 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.Pada variabel pendidikan kewirausahaan (X2) didapatkan statistik uji t sebesar 2,457 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,006.Serta variabel motivasi usaha (X3) didapatkan statistik uji t sebesar 4,918 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Secara bersama-sama, variabel lingkungan keluarga, pendidikan kewirausahaan dan motivasi usaha mampu meningkatkan minat berwiausaha pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Jayapura. Secara individu dapat diketahui bahwa motivasi usaha berpengaruh dominan terhadap minat berwiausaha pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Jayapura dengan nilai sebesar 50,7%. Disarankan kepada pihak keluarga, agar mampu memberikan dorongan serta pandangan yang baik mengenai kewirausahaan dengan memberikan dukungan moril maupun materiil (modal usaha) dan kepada pihak sekolah sebagai pengelola pendidikan dapat memberikan bekal berupa pendidikan berwirausaha serta motivasi yang baik kepada siswa baik melalui kegiatan PRAKERIN (Praktek Kerja Industri) dan pembentukan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang menghubungkan sekolah dengan dunia industri/dunia kerja. Dengan demikian, siswa akan memiliki bekal serta minat untuk berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan
Pendampingan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Papua Stevanus Thane; Musa Yan Jouwe; Rivo Manansang
Cendisia : Cendekia Sosial dan Pengabdian Vol 1 No 1 (2024): Cendisia Vol 1 No 1 Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Pasal 25 ayat (2) huruf c Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara bahwa untuk menyelenggarakan kekuasaan, presiden mendelegasikan Sebagian kekuasaannya kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang berkaitan dengan kewenangan penelitian, pengkajian kebijakan manajemen Aparatur Sipil Negara, pembinaan, serta penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara. Dimensi manusia dalam reformasi administrsi menjadi peran penting dalam kesempurnaan dibirokrasi pemerintahan. Dalam dimensi manusia terdapat tiga komponen yang harus dilakukan suatu pembaharuan sehingga menghasilkan birokrasi yang kolaboratif dan berorientasi pada human skill.Mengembangkan kurikulum yang komprehensif, mencakup modul-modul mengenai keterampilan kepemimpinan, manajemen perubahan, komunikasi efektif, dan aspek-aspek lain yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab administrator.Sebagai hasil lanjutan, penerapan konsep-konsep yang diajarkan selama pelatihan tampak dalam perbaikan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh para administrator. Administrasi yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bukti konkrit dari kesuksesan pelatihan ini. Tidak hanya itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu menghadapi perubahan organisasional dengan lebih baik dan mendorong perubahan positif dalam unit kerja mereka. Forum keterbukaan dan kolaborasi setelah pelatihan membentuk jejaring yang kuat di antara peserta, mendukung pertukaran pengalaman dan pembelajaran berkelanjutan.Kegiatan Pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan kepemimpinan peserta, terlihat dari kemampuan peserta dalam mengelola tim, mengambil keputusan strategis, dan berkomunikasi secara efektif. Adanya pendekatan mentorship juga memberikan nilai tambah signifikan, memungkinkan peserta untuk belajar dari pengalaman praktis para pemimpin yang lebih berpengalaman. Selain peningkatan keterampilan individu, dampak pelatihan ini merembes ke dalam budaya organisasi.