Sudarmi Sudarmi
STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Teh Daun Belimbing Wuluh terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Mega Arianti Putri; Sudarmi Sudarmi; Kuswanto Kuswanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1350

Abstract

Berdasarkan data prevalensi hipertensi di Kabupaten Magetan tahun 2020 tercatat 69,24% kasus. Angka prevalensi tersebut masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan target nasional yang sudah munurun 24,3%. Menurut studi pendahuluan yang telah dilakukan di Puskesmas Bendo, Kabupaten Magetan, hipertensi menduduki peringkat 1 dengan jumlah 3.686 penderita atau 20,62% dari 15 besar penyakit yang terdaftar. Hipertensi masih kerap terjadi hingga saat ini, apabila tidak segera diobati, dapat terjadi komplikasi. Salah satu pengobatan non farmakologinya menggunakan teh daun belimbing wuluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teh daun belimbing wuluh terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi di Desa Carikan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan desain one group pretest- group. Populasinya sejumlah 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 16 responden. Hasil uji Wilcoxon intervensi teh daun belimbing wuluh diperoleh p-value 0,000 untuk tekanan sistol dan tekanan diastol sebesar 0,000 (<a=0,05). Berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah teh daun belimbing wuluh diberikan. Teh daun belimbing wuluh memiliki efektif dalam menurunkan tekanan darah. Bagi penderita hipertensi diharapkan dapat menjadikan teh daun belimbing wuluh sebagai pengobatan altrenatif untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
PENGARUH RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN PASCA STROKE Irga Pradana Rizal Firizky; Sudarmi Sudarmi; Sagita Hariyati
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 4, November 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i4.96

Abstract

Stroke adalah serangan pada jaringan otak yang terjadi secara mendadak yang menyebabkan kematian pada jaringan otak dan menjadi kematian kedua setelah jantung. Stroke terjadi akibat pembuluh darah yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyumbatan kekurangan oksigen menyebabkan fungsi control gerak tubuh yang dikendalikan oleh otak tidak berfungsi. Salah satu bentuk rehabilitasi awal pada penderita stroke adalah dengan memberikan mobilisasi berupa ROM baik pasif maupun aktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Populasi penelitian ini seluruh seluruh penderita stroke yang berjumlah 76 orang, pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sampel 19 orang. Variabel independen adalah Range of Motion (ROM) dan variabel dependen adalah kekuatan otot. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating dan analisis menggunakan uji wilcoxon dengan signifikansi α : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukannya ROM menunjukkan nilai rata-rata 1,98 dan setelah dilakukannya ROM dari 19 responden menunjukkan rata-rata 3,99. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 maka ada pengaruh Range Of Motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca Stroke. Latihan ROM dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologis untuk penderita stroke sebagai terapi rehabilitasi untuk meningkatkan kekuatan otot. Berdasarkan hasil analisis Range Of Motion (ROM) berpengaruh Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Pasca stroke. Pemberian ROM berpengaruh positif terhadap peningkatan kekuatan otot, khususnya pada ekstremitas bawah. Latihan ROM juga dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan kekakuan sendi