Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Prenatal Yoga terhadap Tingkat Kesehatan Mental Ibu Hamil Yayuk Puji Lestari; Ika Friscila
Media Informasi Vol. 19 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.227 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v19i1.60

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental pada kehamilan dapat menjadi terganggu karena adanya rasa khawatir berlebihan terhadap keterbatasan aktifitas yang bida dilakukan, serta kesehatan dan keselamatan janin. Hal ini menjadi pemicu terjadinya cemas dan depresi pada masa kehamilan. Yoga saat masa kehamilan atau disebut prenatal yoga merupakan latihan fisik yang dapat mengurangi ketidaknyamanan fisik ibu hamil serta bisa meningkatkan rasa nyaman menjalani masa kehamilan. Tujuan: Menganalisis perbedaan kelas prenatal yoga terhadap kesehatan mental ibu hamil. Metode: Metode penelitian ini adalah metode ekperimen dengan desain pendekatan posttest-only control. Penelitian di PMB wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur. Dilaksanakan bulan Juli-Agustus 2022. Jumlah Sampel penelitiaan berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Analisis data bivariat dengan uji independent t-test. Nomor surat etik penelitian 214/KEP-UNISM/VI/2022. Hasil: Hasil penelitian uji independent t-test didapatkan tingkat kesehatan mental pada kecemasan (p-value=0,002) dan depresi (p-value=0,007) ibu hamil yang artinya terdapat perbedaan kesehatan mental ibu hamil antara kelompok kontrol (tidak mengikuti kelas prenatal yoga) dan kelompok perlakuan mengikuti kelas prenatal yoga). Kesimpulan: Prenatal yoga memberikan dampak berbeda terhadap kesehatan mental ibu hamil. Rerata ibu hamil yang mengikuti kelas prenatal yoga memiliki kesehatan mental yang normal. Prenatal yoga sangat baik.
UPAYA BIDAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ANTENATAL CARE YANG BERKUALITAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PMB BIDAN DELIMA WILAYAH BANJARMASIN TIMUR Yayuk Puji Lestari; Latifah Latifah
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 12 No 2 (2023): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v12i2.2477

Abstract

Background: The emergence of the COVID-19 virus outbreak has had an extraordinary impact on the world of health. The COVID-19 pandemic has made pregnant women worry about coming to the hospital and health center for check-ups for fear of contracting COVID-19, which has resulted in pregnant women coming to PMB. The increase in the number of visits during the pandemic has caused midwives because of their increased workload, reduced staff numbers due to self-regression, they are quarantined, infected, or have to care for friends and family. The method in this study is a qualitative research with a generic qualitative research approach. Results: This study shows that there were several strategies used by midwives when providing services during the COVID-19 pandemic, namely in the form of providing facilities and online consultations; Some of the midwives' obstacles when providing services are expensive facilities and infrastructure, there are insufficient patients who are infected with COVID-19; While providing services, midwives receive emotional, informational, informative and instrumental support. For the physical and psychological needs of midwives when providing services, namely a healthy diet, adequate rest, reducing stress and regular exercise. Conclusion: The most dominant strategy for midwives in providing services is filling the infrastructure; The obstacles that are often experienced are expensive facilities and infrastructure; when providing services midwives need all types of support; physical and psychological needs, namely a healthy diet, adequate rest, reducing stress and an exercise routine.
The Relationship Between Perceptions and The Role of Midwives in the Use of P4K Stickers for Pregnant Women at Pekapuran Raya Community Health Center Working Area Bella Chaidir; Susanti Suhartati; Yayuk Puji Lestari; Meldawati Meldawati
Healthy-Mu Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v8i1.953

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Indonesia in 2019 was 4627 people, this number has increased compared to 2019 which was 4,221 deaths. In 2022, (MMR) for South Kalimantan province will reach 136 people. This figure has decreased compared to the achievement in 2021 of 205 people, which means there will be a decrease in the achievement of the Maternal Mortality Rate in 2022. P4K is an activity facilitated by midwives to increase the active role of husbands, families, and communities in planning safe births using P4K stickers. The research objective was to identify the relationship between the use of P4K stickers among pregnant women in the Pekapuran Raya Community Health Center Work Area. This research aims to identify the relationship between the perception and role of midwives in the use of P4K stickers among pregnant women in the Pekapuran Raya Community Health Center Work Area. This research used quantitative and cross-sectional methods, with a sample size of 30 pregnant women. Results of the analysis show that there is a relationship between perception (ρ-value = 0.002) and the use of P4K stickers and there is a relationship between the role of midwives (ρ-value = 0.000) and the use of P4K stickers in the Pekapuran Raya Community Health Center Working Area. Based on the results of this research, it can be concluded that the perception of pregnant women and the role of midwives is good in implementing the use of P4K stickers.
H, Hubungan Hubungan Persepsi, Sumber Informasi Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Margasari Ria Puspita Eka Sari; Susanti Suhartati; Putri Yuliantie; Yayuk Puji Lestari
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.324

Abstract

The triple elimination program is the government's effort to break the chain of transmission of infection from mother to child. The initial risk location of HIV, syphilis and hepatitis B infections can be resolved through blood tests at least once during pregnancy. The achievement of pregnant women who underwent triple elimination check-ups at the Margasari Community Health Center in January-September 2023 was 58.5%. to determine the relationship between perceptions, sources of information and attitudes of pregnant women towards triple elimination examinations at the Margasari Community Health Center. The type of research used is an analytical survey using quantitative data with a cross sectional approach. Samples were taken using accidental sampling technique as many as 40 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire. Bivariate data analysis using chi-square. 21 pregnant women who had undergone triple elimination examination (52.5%), 21 pregnant women with positive perceptions (52.5%), 22 pregnant women with bad information sources (55%), pregnant women with positive attitude 34 people (85%). The results of the analysis show that there is a relationship between perception (p value = 0.000), source of information (p value = 0.000) and attitude (p value = 0.007) towards the triple elimination examination. There is a relationship between perceptions, sources of information and attitudes of pregnant women towards triple elimination examinations at the Margasari Community Health Center.
HUBUNGAN DISMENORE DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN TAKHASHUSH DINIYAH KAMPUNG BARU Mukarramah Mukarramah; Istiqamah Istiqamah; Yayuk Puji Lestari; Novalia Widia Ningrum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5476

Abstract

Dismenore merupakan gangguan fisik yang berupa nyeri (kram perut) dan Dismenore merupakan nyeri sebelum, sewaktu, dan sesudah menstruasi. Gangguan ini biasanya mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan menstruasi dan dapat terasa 24 – 36 jam. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha. Mereka yang mengalami dismenore pada saat menstruasi akan membatasi aktivitas harian mereka khususnya aktivitas dalam pembelajaran sekolah. Seorang siswi yang mengalami dismenore tentunya akan merasa terganggu aktivitas belajar mereka disekolah bahkan tidak jarang hal ini juga membuat mereka absen atau tidak bisa masuk sekolah. Mengetahui hubungan dismenore dengan aktivitas belajar pada remaja putri dipondok pesantren takhashush diniyah kampung baru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore sedang sebanyak 22 orang (35,5%) dan yang mengalami aktivitas terganggu sebanyak 23 orang (37,1%). Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji statistic chi-square dan didapatkan nilai p = 0,003 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar pada remaja putri di Pondok Pesantren Takhashush Diniyah Kampung Baru.
Implementasi Program Pelayanan ANC Terpadu di Puskesmas Kandui Risatamaya Risatamaya; Lisda Handayani; Yayuk Puji Lestari
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 1 (2023): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i1.284

Abstract

Pendahuluan:  Pelayanan Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan  kesehatan yang  dapat mencegah masalah selama kehamilan yang bertujuan untuk mememuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan antenatal yang berkualitas sehingga mampu menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat. Untuk menjamin keberhasilan pelayanan ANC Terpadu adanya koordinasi yang baik antar unit pelayanan di Puskesmas, serta keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan.  Selain itu keberhasilan program ANC Terpadu dapat dari kualitas SDM, sarana prasaran, pelayanan medis dan pelayanan rujukan. Tujuan: Mengetahui Implementasi Program Pelayanan ANC Terpadu di Puskesmas Kandui, dari aspek Input, aspek Proses dan aspek Output tercapai pelayanan K1, K4 dan K6. Metode: Metode Penelitian ini mengunkan rancangan Kualitatif dengan teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling berjumlah 8 orang informan. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah dapat dilihat dari hasil aspek input yaitu SDM yang sudah terstruktur dan sarana prasarana yang memadai, dilihat dari aspek proses yaitu pelayanan klinis medis yang sudah teroganizer pelayanan rujukan yang berjenjang yang dibuktikan dengan aspek output yang mencapai target. Kesimpulan: dilihat dari aspek input dan proses sudah memenuhi standar dan output sudah memehuni cakupan.
Hubungan Riwayat Kunjungan ANC dan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tabunganen Kabupaten Barito Kuala Raudah Aulia; Lisda Handayani; Fadhiyah Noor Anisa; Yayuk Puji Lestari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1015

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah balita yang mempunyai tinggi badan lebih pendek dari tinggi badan standar yang seharusnya sesuai dengan usianya. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya antenatal care dan anemia masa kehamilan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Mei 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Tabunganen Kabupaten Barito Kuala didapatkan data angka kejadian stunting sebanyak 385 balita, sedangkan jumlah ibu hamil sebanyak 391 orang dengan kunjungan K1 sebanyak 333 orang, kunjungan K4 sebanyak 233 orang dan K6 sebanyak 141 orang serta ibu hamil dengan anemia sebanyak 111 orang. Tujuan: untuk menganalisis hubungan riwayat kunjungan ANC dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control secara retrospektif dengan sasaran seluruh balita yang diukur tinggi badan dan tercatat di Wilayah Kerja Puskesmas Tabunganen tahun 2022. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 140 orang (70 kasus dan 70 kontrol) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan penelitian hasil analisis univariat kategori riwayat ANC tidak sesuai standar dan kategori riwayat anemia pada ibu hamil tidak mengalami anemia. Analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan CI 95% dan α = 0,05 menunjukkan bahwa riwayat kunjungan ANC dengan kejadian stunting didapatkan nilai p-values 0,001 dan nilai OR 3,273 dan riwayat anemia dengan kejadian stunting didapatkan nilai p-values 0,062 dan nilai OR 1,897. Simpulan: Terdapat hubungan antara riwayat kunjungan ANC dengan kejadian stunting dan tidak terdapat hubungan antara riwayat anemia dengan kejadian stunting.
Pengaruh Musik Relaksasi Terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Menjelang Persalinan Di PMB Siti Saidah Mentari Leha; Yayuk Puji Lestari; Noval Noval; Meldawati Meldawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1186

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil trimester III menjelang persalinan merupakan masalah psikologis umum yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan proses persalinan. Terapi musik relaksasi merupakan metode nonfarmakologis efektif untuk menurunkan kecemasan melalui stimulasi fisiologis dan psikologis. Tujuan: Mengetahui pengaruh musik relaksasi terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di PMB Siti Saidah, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel 21 ibu hamil trimester III dipilih secara purposive sampling. Intervensi musik relaksasi diberikan 20–30 menit per sesi, dan tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala standar. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil: Sebelum intervensi, tingkat kecemasan: 22,5% ringan, 30% sedang, 27,5% berat, dan 20% sangat berat. Setelah musik relaksasi, 52,4% ringan, 33,3% sedang, 14,3% berat, dan 0% sangat berat. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 25,4 ± 6,2 menjadi 16,8 ± 4,5, dengan penurunan signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Musik relaksasi terbukti menurunkan kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinan. Penurunan skor rata-rata sebesar 8,6 poin menunjukkan intervensi signifikan secara klinis. Terapi ini aman, mudah diterapkan, ekonomis, dan dapat menjadi alternatif nonfarmakologis bagi bidan dan tenaga kesehatan.
HUBUNGAN DISMENORE DENGAN AKTIVITAS BELAJAR PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN TAKHASHUSH DINIYAH KAMPUNG BARU Mukarramah Mukarramah; Istiqamah Istiqamah; Yayuk Puji Lestari; Novalia Widia Ningrum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5476

Abstract

Dismenore merupakan gangguan fisik yang berupa nyeri (kram perut) dan Dismenore merupakan nyeri sebelum, sewaktu, dan sesudah menstruasi. Gangguan ini biasanya mulai terjadi pada 24 jam sebelum terjadinya perdarahan menstruasi dan dapat terasa 24 – 36 jam. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha. Mereka yang mengalami dismenore pada saat menstruasi akan membatasi aktivitas harian mereka khususnya aktivitas dalam pembelajaran sekolah. Seorang siswi yang mengalami dismenore tentunya akan merasa terganggu aktivitas belajar mereka disekolah bahkan tidak jarang hal ini juga membuat mereka absen atau tidak bisa masuk sekolah. Mengetahui hubungan dismenore dengan aktivitas belajar pada remaja putri dipondok pesantren takhashush diniyah kampung baru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukan sebagian besar remaja putri mengalami dismenore sedang sebanyak 22 orang (35,5%) dan yang mengalami aktivitas terganggu sebanyak 23 orang (37,1%). Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji statistic chi-square dan didapatkan nilai p = 0,003 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar pada remaja putri di Pondok Pesantren Takhashush Diniyah Kampung Baru.
Efektivitas Aromaterapi Essensial Oil Peppermint Sebagai Terapi Non-Farmakologis Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di BPM Siti Saidah Kota Banjarmasin Gita Nurahmi; Yayuk Puji Lestari; Elvine Ivana Kabuhung; Putri Vidiasari Darsono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1202

Abstract

Latar Belakang : Lebih dari 80% wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah pada trimester pertama. Secara global sekitar 60–70% ibu hamil mengalami emesis gravidarum yang berpotensi berkembang menjadi hiperemesis gravidarum jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi essential oil peppermint. Tujuan: Mengetahui efektivitas aromaterapi essensial oil peppermint sebagai terapi non-farmakologis terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BPM Siti Saidah Kota Banjarmasin. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Seluruh responden mengalami mual muntah sebelum intervensi (100%). Setelah pemberian aromaterapi, mayoritas responden tidak mengalami mual muntah sebanyak 26 responden (86,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = <0,001 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh aromaterapi essensial oil peppermint terhadap penurunan emesis gravidarum. Simpulan : Aromaterapi essensial oil peppermint efektif menurunkan tingkat mual muntah pada ibu hamil trimester I.